Dosen Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Eko Setyabudi, S.Pi., M.Si., resmi dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang Biologi Perikanan dan Kelautan pada Kamis (25/6) di Balai Senat UGM. Dalam upacara pengukuhannya, Eko membawakan pidato yang berjudul Biologi Perikanan: Konsep dan Penerapan dalam Pengelolaan Sumber Daya Perikanan untuk Pembangunan Berkelanjutan yang menerangkan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan modern secara berkelanjutan guna menjamin keberlangsungan stok ikan dan stabilitas ekosistem perairan sekaligus mencegah eksploitasi berlebih.
“Data biologi perikanan seharusnya menjadi salah satu komponen fundamental dalam pengambilan keputusan untuk pengelolaan sumber daya perikanan. Tanpa adanya data yang memadai, pengelolaan akan berisiko mengalami kesalahan, estimasi stok yang berujung pada eksploitasi berlebihan, pemanfaatan yang tidak optimal serta gangguan stabilitas ekosistem perairan,” jelasnya.
Ia menyatakan bahwa Biologi Perikanan adalah kunci utama untuk melahirkan kebijakan pengelolaan laut yang rasional dan berkelanjutan. Menurutnya, ilmu ini menyediakan data penting, mulai dari cara ikan tumbuh, musim kawin, jumlah telur yang dihasilkan (fekunditas), jalur migrasi, tingkat kematian, hingga pola makan dan ketersediaan stok ikan di alam. Data-data ilmiah inilah yang dinilai wajib menjadi dasar pemerintah dalam mengatur batas aman penangkapan ikan. “Pengelolaan perikanan tidak lagi hanya berfokus pada jumlah hasil tangkapan, tetapi juga mempertimbangkan kapasitas regenerasi sumber daya ikan dan keseimbangan ekosistem perairan”, tambahnya.
Meskipun data biologi perikanan bisa dijadikan sebagai dasar pengelolaan sumber daya perikanan, namun terdapat banyak tantangan dan keterbatasan dalam pengumpulan serta penerapannya.Dengan begitu, ia merumuskan beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu dimulai dari pengumpulan data biologi ikan yang detail dan berkelanjutan, serta modernisasi metode lapangan lewat teknologi digital, serta mendesak keterlibatan aktif perguruan tinggi sebagai penyedia data, khususnya bidang ilmu perikanan dan kelautan, yang nantinya akan diintegrasikan ke dalam satu portal data nasional yang transparan. “Setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah di sektor laut wajib bersandar pada bukti ilmiah terbaik yang tersedia,” katanya.
Eko juga turut menyampaikan pentingnya biologi perikanan untuk menjaga ketersediaan dan pengelolaan sumber daya ikan guna mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan untuk menuju kehidupan sehat dan sejahtera melalui perbaikan status gizi, peningkatan kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting. Sebab, saat ini terjadi peningkatan jumlah penduduk dunia yang pesat sejak pertengahan abad ke-20, perlu diimbangi dengan penyediaan sumber protein dan gizi masyarakat. “Salah satu sumber pangan yang dapat diandalkan sebagai sumber protein dan gizi masyarakat adalah sumber daya ikan”, jelasnya.
Sekretaris Dewan Guru Besar UGM, Prof Wahyudi Kumorotomo menyebutkan Prof. Eko Setyabudi, merupakan salah satu dari 544 guru besar aktif di UGM dan 30 guru besar aktif dari 64 guru besar yang pernah dimiliki oleh Fakultas Pertanian.
Penulis : M. Aidil Syahputra
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
