Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, melakukan kunjungan kerja Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, pada Senin (27/7). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur melakukan dialog interaktif yang dipusatkan di Masjid Raudhatul Maujud. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus menyerap aspirasi dari mahasiswa KKN PPM UGM Mahitala Mandalika yang sedang melaksanakan pengabdian.
Suasana hangat dan penuh antusiasme mewarnai jalannya dialog. Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari remaja masjid, tokoh masyarakat, perangkat desa dan kecamatan, hingga warga Desa Sengkol dan sekitarnya. Forum ini juga diikuti oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari berbagai perguruan tinggi yang melaksanakan pengabdian di Desa Sengkol, yakni UIN Mataram, Universitas Mataram, UNU Mataram, dan Universitas Gadjah Mada.
Sesi diskusi berlangsung dinamis, terutama ketika Tim KKN-PPM UGM Mahitala Mandalika yang telah menjalankan pengabdian selama kurang lebih lima minggu dan masih akan melanjutkan kegiatan hingga genap lima puluh hari, memaparkan hasil observasi komprehensif mereka di lapangan. Pada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian Lombok Tengah, tim UGM menyoroti pentingnya peningkatan kemampuan bahasa Inggris bagi para pekerja lokal. “Persoalan kualitas sumber daya manusia ini kemudian menjadi fokus riset mahasiswa untuk merumuskan strategi peningkatan kapasitas yang tepat sasaran,” kata Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM, Dr. Ahmad Agus Setiawan dalam keterangan yang dikirim Rabu (29/7).
Pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mahasiswa mengungkapkan bahwa adaptasi digital masyarakat masih belum optimal. Penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS maupun pemanfaatan media sosial sebagai sarana memperluas pasar masih sangat terbatas di kalangan pelaku UMKM setempat.
Di sektor kesehatan, tim KKN menemukan adanya paradoks. Desa Sengkol sejatinya telah didukung oleh fasilitas kesehatan yang memadai dan berstandar baik, seperti RS Mandalika, puskesmas, dan posyandu. Namun, ketersediaan fasilitas tersebut belum diimbangi dengan tingkat pemahaman dan kesadaran kesehatan masyarakat yang memadai. “Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat indikasi tingginya potensi kasus penyakit yang underdiagnosed atau belum terdeteksi akibat rendahnya inisiatif masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan secara proaktif,” jelas Agus.
Pemaparan tim KKN juga mencakup kondisi di Desa Sukadana. Pada sektor pertanian, praktik budidaya masyarakat masih didominasi sistem monokultur dengan lahan yang sebagian besar hanya ditanami jagung. Apabila berlangsung terus-menerus, kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu degradasi kualitas tanah dalam jangka panjang.
Sementara itu, pada sektor pendidikan, tim KKN masih menemukan berbagai tantangan. Motivasi belajar dan minat baca siswa dinilai masih rendah, yang diperparah oleh keterbatasan fasilitas serta infrastruktur penunjang pembelajaran, bahkan di beberapa lokasi kondisinya tergolong kurang layak. Selain itu, masih terdapat sekolah yang belum memberikan fasilitasi maupun pendampingan yang memadai bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Berangkat dari berbagai temuan tersebut, Koordinator Mahasiswa Tingkat Unit (Kormanit) Tim KKN-PPM UGM Mahitala Mandalika, Dzaki Sentanu Nuragusta menegaskan arah dan komitmen program kerja yang dijalankan. Pendekatan yang diusung tidak semata-mata berorientasi pada penciptaan produk fisik atau luaran yang tampak secara kasat mata (visible output), melainkan berfokus pada pembangunan kapasitas masyarakat.
Melalui penyelesaian berbagai persoalan lintas sektor, tim KKN-PPM UGM berupaya membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran, pengetahuan, serta kemampuan berinovasi. “Dengan menanamkan nilai-nilai tersebut, seluruh program yang telah diinisiasi diharapkan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, tetapi dapat terus berkembang dan berkelanjutan guna mewujudkan masyarakat Pujut yang mandiri, berdaya, dan sejahtera,” tuturnya.
Gubernur Muhamad Iqbal, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa UGM yang tengah menjalankan KKN di Lombok Tengah. Menurutnya, keberhasilan program KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program dilaksanakan, tetapi juga dari dampak yang ditinggalkan bagi masyarakat. “Selamat kepada teman-teman yang menjalankan KKN Lombok Tengah. Saya berharap KKN yang dilaksanakan benar-benar berdampak dan mampu mengidentifikasi permasalahan di masyarakat. Itu sudah menjadi kontribusi yang sangat berarti bagi NTB,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB senantiasa terbuka terhadap berbagai temuan dan rekomendasi yang diberikan mahasiswa selama menjalankan program KKN. Ia menuturkan bahwa hasil observasi di lapangan oleh mahasiswa KKN nantinya dapat menjadi dasar untuk merumuskan langkah-langkah pembangunan di masa mendatang. “Kami membuka diri apabila teman-teman menemukan hal bermanfaat untuk ditindaklanjuti ke depan. Banyak yang perlu dibenahi, tetapi perlu pondasi yang kuat. Kehadiran teman-teman KKN UGM membantu kami dalam menyiapkan pondasi sosial untuk pembenahan selanjutnya di masa mendatang,” pungkasnya.
Penulis : Cyntia Noviana
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Tim KKN
