Rektor Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Ova Emilia, menegaskan para peneliti di lingkungan UGM siap mendukung target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah sebagai prioritas nasional melalui inovasi dan hilirisasi riset. Ia menilai, berbagai tantangan tengah dihadapi sektor pertanian saat ini seperti elnino dan perubahan iklim serta konversi lahan, perlu adanya pengembangan teknologi, smart farming, dan modernisasi sarana produksi yang dapat didukung melalui riset. “Kami sangat mendukung prioritas ataupun juga misi yang akan diemban ke depannya karena soal swasembada pangan adalah prioritas bangsa dan negara sebagai bagian dari strategi transformasi bangsa,” tutur Rektor Ova Emilia saat meresmikan pembangunan infrastruktur riset modern Gedung Smart Eco Bioproduction di Fakultas Pertanian, Jumat (10/7).
Riset Smart Eco Bioproduction dikatakan Rektor menjadi paradigma baru dalam pembangunan pertanian yang memadukan teknologi, kecerdasan buatan, bioteknologi, pertanian presisi, efisiensi sumber daya, ekonomi sirkular, serta prinsip keberlanjutan. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung pengembangan laboratorium, praktikum, serta lahirnya inovasi-inovasi baru yang berdampak bagi masyarakat. “Capaian tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang dikembangkan UGM memiliki nilai komersial tinggi sekaligus berpotensi meningkatkan daya saing sektor hortikultura dan memperkuat kedaulatan benih nasional,” ujarnya.
Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Ir. Jaka Widada, M.P., Ph.D., menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Smart Eco Bioproduction merupakan langkah strategis dalam mendukung pendidikan, keberlanjutan riset, sekaligus pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanian. Ia berharap, seluruh proses pembangunan dapat berjalan lancar sehingga bisa memberikan manfaat bagi generasi penerus pertanian di Indonesia. “Kami mohon doa dari Bapak Ibu semuanya agar pembangunan Smart Eco Bioproduction ini berjalan lancar tanpa kendala satu apa pun dan dapat menjadi program yang sangat bermanfaat untuk mewujudkan generasi penerus, khususnya generasi di bidang pertanian,” harap Jaka.
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc, menegaskan komitmen UGM dalam memperkuat ekosistem riset dan pengembangan benih melalui pembangunan infrastruktur pendukung dan kolaborasi lintas fakultas. Ia mengungkapkan bahwa UGM tengah menyiapkan pembangunan tujuh unit greenhouse di kawasan Fakultas Pertanian sebagai upaya mempercepat proses pemuliaan tanaman dan pengembangan varietas unggul.
Selain itu, UGM juga akan mengintegrasikan para peneliti benih yang tersebar di berbagai fakultas. “Pengembangan riset benih unggul, termasuk melon Premium Hibrida yang telah dipanen perdana oleh Fakultas Pertanian UGM akan terus ditindaklanjuti sebagai bagian dari penguatan inovasi dan hilirisasi hasil riset universitas,” pungkas Danang.
Seperti diketahui, pembangunan Gedung Smart Eco Bioproduction dilaksanakan di sela pembukaan rangkaian Dies Natalis ke-80 dan Lustrum ke-16. Selain peresmian, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan simbolisasi penguatan hilirisasi riset melalui panen perdana Melon Hibrida Premium hasil pengembangan dari Fakultas Pertanian UGM. Benih Melon Hibrida Premium ini merupakan produk unggulan hasil Research and Development Fakultas Pertanian UGM yang dikembangkan melalui proses panjang dan sistematis. Hal ini menunjukkan bahwa proses penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang siap bermanfaat di masyarakat.
Penulis : Cyntia Noviana
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
