Sebanyak 15 mahasiswa dari United Arab Emirates University (UAEU), Uni Emirat Arab, mengikuti program UAEU Summer Program sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat dengan Indonesia, khususnya dari aspek pendidikan tinggi, budaya, dan pembangunan berkelanjutan. Para peserta merupakan mahasiswa dari program sarjana UAEU ini akan mengikuti rangkaian kegiatan akademik, pembelajaran berbasis lapangan, pengenalan budaya, hingga kegiatan berbasis proyek selama program UAEU Summer Program yang akan berlangsung pada 21-25 september mendatang.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., mengatakan program kunjungan studi ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi mahasiswa UAEU untuk mengenal Indonesia, melainkan juga menjadi ruang untuk saling bertukar perspektif dan pengalaman. “Universitas ialah ruang bagi orang-orang dari berbagai latar belakang untuk bertemu, bertukar perspektif, dan belajar,” kata Wening di ruang multimedia Gedung Pusat UGM, Senin (21/9).
Ia berharap bahwa kunjungan studi ini dapat memperkuat hubungan akademik dan persahabatan antara UGM dan UAEU serta memperluas hubungan antara masyarakat Indonesia dan Uni Emirat Arab. Tak lupa, ia juga mengajak para peserta untuk aktif bertanya dan memanfaatkan kesempatan selama berada di Yogyakarta untuk memperoleh pengalaman baru. “Sekarang, nikmatilah waktu bersama kami, dan nanti kembali ke negara asal dengan pengetahuan baru atau mungkin juga persahabatan baru,” ajaknya.
Kepala Office of International Affairs (OIA) UGM, Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.Si., Ph.D., menentukan rangkaian UAEU summer program ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengikuti kuliah dan diskusi mengenai masyarakat Indonesia, pembangunan perkotaan, serta warisan budaya. Materi akademik tersebut dilengkapi dengan kegiatan community immersion dan kunjungan edukatif seperti ke Candi Borobudur dan Desa Wisata Pentingsari sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman belajar secara langsung di luar ruang kelas. “Selain memperoleh pemahaman melalui pembelajaran teoritis, mahasiswa juga diajak untuk melihat dan mengalami secara langsung berbagai konteks sosial dan budaya di Indonesia,” ujarnya.
Di akhir, program kemudian ditutup dengan proyek individu berjudul “My Intercultural & Sustainable Journey in Yogyakarta” yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk merefleksikan pengalaman pembelajaran selama mengikuti kegiatan. Melalui proyek tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan pemahaman lintas budaya dan menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti lima hari selama program berlangsung.
Melalui program UAEU Summer Program 2026, UGM berharap program ini dapat memperluas wawasan mahasiswa, meningkatkan kompetensi lintas budaya, serta membuka ruang bagi terbentuknya hubungan antar mahasiswa dari Indonesia dan Uni Emirat Arab. Selain menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa, program ini juga diharapkan memperkuat kerja sama kelembagaan antara UGM dan UAEU.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. OIA
