Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Gadjah Mada (LSP UGM) melaksanakan sertifikasi kompetensi perdana dengan penyaksian uji (witness) oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) terhadap 28 skema sertifikasi baru pada Sabtu (3/10). Kegiatan ini diikuti 47 asesi yang tersebar di tujuh Tempat Uji Kompetensi (TUK) di lingkungan UGM.Pelaksanaan witness menjadi bagian dari proses Penambahan Ruang Lingkup (PRL) sekaligus penjaminan mutu sertifikasi kompetensi yang dilakukan LSP UGM.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Prof. Wening Udasmoro, menyampaikan bahwa sertifikasi profesi menjadi salah satu upaya UGM untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Dikatakan Wening, Universitas Gadjah Mada terus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri melalui sertifikasi profesi. “Kami percaya bahwa lulusan yang kompeten dan bersertifikat menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan nasional,” katanya.
Menurutnya, pemastian standar mutu melalui proses seperti witness menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan sertifikasi kompetensi di lingkungan UGM. Penambahan 28 skema baru dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas akses sertifikasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional.
Bagi UGM, penguatan ekosistem sertifikasi profesi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sertifikasi saat ini, tetapi juga membangun kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. “Dengan jaringan TUK yang tersebar di berbagai fakultas dan unit, LSP UGM berupaya memperluas layanan sertifikasi bagi mahasiswa maupun tenaga profesional di lingkungan universitas,” jelasnya.
Ketua LSP UGM Dr. Setyawan Bekti Wibowo, mengatakan penambahan skema tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kompetensi asesi tetap relevan dengan perkembangan dunia kerja. Pelaksanaan sertifikasi kompetensi perdana dengan penyaksian uji (witness) terhadap 28 skema baru ini menunjukkan keseriusan LSP UGM dalam menjaga standar mutu dan relevan terhadap perkembangan dunia kerja.
Ia menyebutkan, 28 skema baru yang kini tersedia mencakup berbagai bidang kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri serta perkembangan zaman. Dengan ditetapkannya skema-skema ini, LSP UGM berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mencetak tenaga profesional yang kompeten, kompetitif, dan bersertifikat secara nasional maupun internasional. “Perluasan skema sertifikasi juga diharapkan dapat semakin banyak memberikan pengakuan formal terhadap kompetensi mahasiswa dan tenaga profesional, sekaligus mendukung penguatan sumber daya manusia unggul,” ungkapnya.
Kegiatan sertifikasi kompetensi dibuka secara resmi oleh Komisioner BNSP Adi Mahfudz Wuhadji di Auditorium Fakultas Biologi UGM. Turut hadir Lead Asesor Lisensi BNSP Prasetyo serta Asesor Lisensi BNSP Muhammad Aldi Azmy. Setelah pembukaan, tim BNSP melakukan penyaksian langsung di sejumlah TUK untuk mengamati pelaksanaan asesmen dan memastikan proses sertifikasi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
Dalam proses tersebut, tim BNSP melakukan pengamatan terhadap sejumlah aspek, mulai dari kelengkapan dokumen, kesesuaian prosedur asesmen, hingga kesiapan sumber daya pendukung. Penyaksian ini dilakukan untuk memastikan proses sertifikasi yang dijalankan LSP UGM memenuhi standar dan dapat memberikan hasil asesmen yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan.
Penambahan 28 skema sertifikasi tersebut memperluas bidang kompetensi yang dapat dilayani LSP UGM sesuai kebutuhan dunia kerja dan perkembangan kompetensi profesional. Langkah ini sekaligus memperkuat peran sertifikasi sebagai instrumen untuk memastikan kompetensi lulusan dan tenaga profesional memiliki pengakuan yang terukur.
Penulis : Adinda Putri Rahma
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Humas UGM
