Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM PS104 memperkenalkan inovasi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui Pameran Kembara yang berlangsung di Balai Kampung Mandekman, Distrik Ulilin, Kabupaten Merauke, Sabtu (31/10). Kegiatan yang dihadiri kelompok Muslimat, PKK, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Gereja Katolik, serta Pondok Pesantren Munawwaroh Madekman tersebut bertujuan menyediakan ruang bagi segenap lembaga setempat untuk menunjukkan kapasitas kelembagaan dalam mengembangkan gagasan usaha serta memperluas partisipasi masyarakat dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal di Kawasan Transmigrasi Muting.
Koordinator Lapangan TEP UGM PS014, M. Yusril Mirza, S.Ark., M.A., menjelaskan bahwa kelembagaan masyarakat memiliki potensi untuk menjadi penggerak kemajuan ekonomi. Menurut Yusril, potensi tersebut mesti didukung melalui fasilitasi dan pendampingan agar dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat. “Melalui pameran ini, kita sadar apabila difasilitasi dan didampingi dengan baik maka dapat menjadi ujung tombak dalam pembangunan ekonomi transmigrasi,” ujar Mirza, dalam keterangan yang dikirim, Selasa (2/11).
Dalam pelaksanaannya, rangkaian Program Kembara mencakup pelatihan dan pendampingan inisiasi produk kewirausahaan berbasis potensi lokal. Adapun pendampingan diarahkan untuk meningkatkan keaktifan kelembagaan (pelaku pemberdayaan) sekaligus membantu peserta untuk mengembangkan gagasan yang dapat diwujudkan menjadi produk usaha. Sebagai penutup kegiatan, pameran menjadi salah satu bagian akhir dari rangkaian tersebut dengan menghadirkan hasil inovasi kelembagaan kepada publik.
Merespons kegiatan ini, Perwakilan Pemerintah Distrik Ulilin, Suyanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran TEP UGM di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan pemberdayaan tersebut dapat mendukung kebutuhan masyarakat dan pemerintah distrik dalam mengembangkan kawasan transmigrasi, terutama dari sisi ekonomi. “Kegiatan ini sangat baik sekali untuk peningkatan perekonomian, semoga kedepannya dapat menjadi agenda ikon dalam pengembangan ekonomi lokal yang dapat dikenal secara luas di Kabupaten Merauke,” ungkap Suyanto.
Hal senada juga turut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kampung Mandekman, Sarkam. Menurut pandangannya, produk-produk kelembagaan masyarakat dapat dipasarkan dengan jangkauan yang lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh warga, mengingat tujuan program ini sekaligus untuk menumbuhkan kesadaran mengenai peluang ekonomi yang tersedia di kawasan transmigrasi. “Supaya dapat menjangkau secara luas dan menunjang ekonomi masyarakat kampung, khususnya Masyarakat Kampung Mandekman,” pungkas Sarkam.
Salah satu peserta dari Pondok Pesantren Al Munawwaroh Mandekman, Mila Yuliani, menyampaikan bahwa Program Kembara membuka peluang bagi kelembagaan masyarakat transmigrasi untuk semakin berdaya dan mandiri. Ia menilai bahwa kehadiran pendamping dapat membantu peserta yang ingin mulai merintis usaha, terutama dalam menemukan gagasan produk. “Bagi yang sedang ingin merintis usaha, keberadaan Program Kembara dan rekan-rekan Tim Ekspedisi Patriot tentu sangat bermanfaat dalam membantu menemukan inovasi produk yang ingin kami jalankan,” ungkap Mila.
Melalui Pameran Kembara, Tim Ekspedisi Patriot (TEP) UGM PS014 mendorong tumbuhnya kelembagaan masyarakat yang aktif, mandiri, dan mampu mengembangkan usaha. Adapun kegiatan yang memperkenalkan inovasi UMKM ini diharapkan dapat terus berkembang, memperoleh jangkauan pemasaran yang lebih luas, serta menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat Kampung Mandekman dan Kawasan Transmigrasi Muting.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
