Tim mahasiswa Program Magister Teknik Sistem (MeTSi), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada berhasil meraih juara pertama dalam ajang Graduate Student Paper Competition atau Kompetisi Makalah Mahasiswa Pascasarjana pada 7th Asia Pacific IEOM Conference 2026 yang diselenggarakan secara virtual pada tanggal 25-27 Maret 2026 oleh IEOM Society International di Bangkok, Thailand. Kompetisi internasional ini merupakan bagian dari konferensi Industrial Engineering and Operations Management (IEOM) yang diikuti oleh peserta dari 56 negara.
Tim mahasiswa UGM terdiri dari 5 mahasiswa angkatan 2024 Gasal ini, yaitu Arham, La Ode Masri Ande Kolewora, Muhammad Taufiq, Saiful. M, dan Virtuous Ikmal Wicaksono. Dalam kompetisi ini, Arham dan tim membawakan karya ilmiah dengan tajuk “The Mid-Term Forecast of South Sulawesi’s Renewable Energy Supply and Demand: An Application of Long-Range Energy Alternatives Planning”. Penelitian yang dibimbing oleh Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., ini mengangkat isu strategis terkait proyeksi kebutuhan dan pasokan energi terbarukan di Sulawesi Selatan menggunakan pendekatan Long-Range Energy Alternatives Planning (LEAP). Studi ini memberikan gambaran komprehensif mengenai perencanaan energi jangka menengah yang berkelanjutan serta menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan energi berbasis data dan model sistem.
Arham menjelaskan bahwa makalah yang mereka presentasikan terkait dengan kajian proyeksi penggunaan energi di Provinsi Sulawesi Selatan dari tahun 2025 sampai 2034. Sulawesi Selatan dipilih karena, berdasarkan pengkajian yang sudah dilakukan, ditemukan banyak potensi energi terbarukan di sana, mulai dari tenaga air, angin, panas bumi, biomassa, dan juga tenaga surya. “Di antara semua potensi yang ada tersebut, yang paling besar adalah potensi air karena banyaknya sungai dan anak sungai di sana yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya Selasa (5/5).
Ia mengutip dari Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025 sampai 2034, mayoritas yang akan dibangun adalah PLTA. Selain itu, alternatif selanjutnya adalah panel surya (solar cell) atau pembangkit listrik tenaga surya. “Perencanaan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya sebagai alternatif kedua,” jelasnya.
Kemudian, dari data yang mereka temukan dari mata kuliah Sistem Pengembangan Kawasan Berbasis Energi Baru dan Terbarukan, ditemukan fakta bahwa sejak tahun 2015, peningkatan permintaan energi listrik sangat tinggi. Mulai dari sektor rumah tangga, industri, bisnis, hingga sektor pemerintahan. “Semuanya mengalami peningkatan dari segi penggunaan energi listrik. Sehingga kami mencoba memproyeksikan antara tahun 2025 dan 2034 kira-kira berapa besar energi listrik yang dibutuhkan melalui empat sektor yang saya sebutkan tadi,” ungkapnya.
Menindaklanjuti temuan tersebut, timnya menawarkan dua skenario untuk mengatasi permintaan energi listrik tersebut. Skenario pertama adalah dengan tetap mengikuti program transisi energi pemerintah sampai tahun 2034 dengan memanfaatkan semua potensi energi terbarukan di Sulawesi Selatan dan melakukan penghentian terhadap energi fosil. “Penggunaan batu bara, gas, dan diesel langsung dihilangkan dan sepenuhnya beralih ke 100% energi terbarukan, sedangkan skenario kedua adalah kombinasi antara energi fosil dan energi terbarukan,” jelasnya.
Namun berdasarkan kajian, langkah efektif yang bisa dilakukan dengan mengombinasikan antara energi fosil dan energi terbarukan. “Artinya, kita tidak bisa langsung melakukan penghentian total terhadap pembangkit listrik yang bersumber dari energi fosil. Namun, dalam rentang waktu jangka menengah ini, skenario kombinasi bisa diterapkan, misalnya 50% energi terbarukan dan 50% energi fosil,” jelasnya.
Arham pun berharap bahwa selain dijadikan paper untuk dipublikasikan dan dibaca, riset ini dapat dijadikan sebagai ringkasan kebijakan yang nantinya akan diajukan kepada pihak berwenang, termasuk wakil rakyat di DPR, Kementerian ESDM, dan khususnya kepada pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bahan kajian perencanaan ke depan. Ini sangat penting terkait dengan perencanaan energi.
Keberhasilan tim dalam kompetisi makalah mahasiswa pascasarjana ini menunjukkan kapasitas mahasiswa MeTSi dalam menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan terhadap kebutuhan pembangunan energi nasional. Selain itu, capaian ini memperkuat posisi Universitas Gadjah Mada sebagai institusi pendidikan yang aktif berkontribusi dalam pengembangan solusi berbasis sistem untuk tantangan energi global.
Ajang IEOM Society Awards sendiri merupakan salah satu forum internasional bergengsi di bidang teknik industri dan manajemen operasi, yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari seluruh dunia. Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi di tingkat global.
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Tim dan PLN
