Dua orang mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Eugenia Novera Kwang dan Ajeng Zahia Aini, ikut berpartisipasi dalam The 2nd AUN-SAN VOX (Voice, Opportunity, and eXchange) Meeting 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, pada 2–5 September 2026. Dalam forum yang menjadi bagian dari The 7th AUN-SAN Meeting 2026 tersebut, tim yang diikuti Eugenia berhasil meraih penghargaan “Best Collaborative Team”.
Eugenia Novera Kwang, yang akrab disapa Yujin, merupakan mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2023. Sementara itu, Ajeng Zahia Aini merupakan mahasiswa Manajemen dan Kebijakan Publik angkatan 2025. Keduanya menjadi perwakilan UGM dalam forum kemahasiswaan yang mempertemukan mahasiswa dari tujuh negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, dan Vietnam.
Mengusung tema “Future Skills, Global Minds”, AUN-SAN VOX 2026 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ASEAN University Network Student Affairs Network (AUN-SAN). AUN-SAN merupakan subjejaring ASEAN University Network (AUN) yang berfokus pada pengembangan kemahasiswaan melalui pertukaran praktik baik, penguatan kolaborasi, serta pembahasan berbagai isu strategis yang berkaitan dengan mahasiswa dan lingkungan kampus.
Selama empat hari kegiatan, Yujin dan Ajeng mengikuti berbagai sesi yang dirancang untuk mendorong mahasiswa terlibat aktif dalam dialog regional. Rangkaian kegiatan meliputi Issue Mapping Sessions, Breakout Room Discussions, Idea Pitch of Campus Solutions Exchange, dan Policy Resolution Lab.
Melalui rangkaian tersebut, para peserta tidak hanya mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa di kawasan ASEAN, tetapi juga menyusun gagasan solusi dan rancangan resolusi secara kolaboratif bersama peserta dari negara lain. Sejumlah isu yang dibahas meliputi literasi kecerdasan artifisial, kesiapan kerja di tengah perkembangan otomasi, kompetensi lintas budaya, serta keberlanjutan.
Penghargaan “Best Collaborative Team” menjadi salah satu capaian yang diperoleh selama pelaksanaan forum. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi dan kemampuan kolaborasi tim dalam mengikuti rangkaian kegiatan yang melibatkan peserta dengan latar belakang negara dan budaya yang beragam.
Bagi Yujin, keikutsertaan dalam AUN-SAN VOX memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran di ruang kelas. Ia berkesempatan bertemu dengan mahasiswa dari berbagai negara ASEAN sekaligus mengenal perspektif dan budaya yang berbeda.“Pengalaman yang sangat berkesan karena saya bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara ASEAN dan mengenal lebih jauh budaya serta hal-hal yang sebelumnya belum saya ketahui. Selain cultural exchange, saya juga mendapatkan banyak relasi baru. Menurut saya, pengalaman ini sangat berharga, baik dari sisi budaya maupun networking,” ujarnya dalam keterangan yang dikirim Senin (14/9).
Menurut Yujin, kesempatan membangun jejaring lintas negara menjadi salah satu hal penting yang diperolehnya selama mengikuti forum. Ia berharap AUN-SAN VOX dapat terus menjadi ruang bagi generasi muda ASEAN untuk bertemu, bertukar perspektif, dan membangun kolaborasi. “Saya berharap AUN VOX bisa terus menjadi wadah bagi anak-anak muda ASEAN untuk membangun relasi, bertukar perspektif, dan belajar tentang budaya satu sama lain. Selain fokus pada akademik, jangan lupa untuk membangun network, karena di dunia yang semakin global ini, jejaring yang kita miliki tidak hanya penting di negara sendiri, tetapi juga di negara-negara lain,” tambahnya.
Sementara itu, bagi Ajeng, AUN-SAN VOX 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti konferensi internasional. Keikutsertaan tersebut juga memberinya kesempatan untuk membawa perspektif Indonesia dalam diskusi bersama mahasiswa dari berbagai negara ASEAN. “Melalui AUN-SAN VOX, saya dapat menjalin koneksi dengan teman-teman lintas negara, terutama dalam lingkup ASEAN. Selain itu, saya juga dapat merepresentasikan Indonesia serta menyuarakan isu-isu yang ada di Indonesia ke kancah ASEAN,” tuturnya.
Ajeng menilai keberadaan forum seperti AUN-SAN VOX penting karena memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan pandangannya mengenai berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. “Adanya konferensi VOX ini, anak muda diberikan ruang untuk bersuara dan memberikan ide serta gagasannya untuk kemajuan bangsa dan negaranya,” tambah Ajeng.
Partisipasi dan capaian kedua mahasiswa UGM dalam AUN-SAN VOX 2026 menjadi bagian dari komitmen UGM dalam mengembangkan mahasiswa yang memiliki wawasan global, kemampuan kepemimpinan, serta kapasitas untuk berkolaborasi lintas budaya.
Jejaring yang terbentuk selama forum juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan kolaborasi mahasiswa lintas negara pada masa mendatang. Selain itu, pengalaman dan praktik baik yang diperoleh selama kegiatan dapat menjadi masukan bagi pengembangan program kemahasiswaan UGM, khususnya dalam bidang mobilitas mahasiswa, digitalisasi layanan kemahasiswaan, penguatan employability, serta pengembangan kompetensi masa depan.
Penulis : Zabrina Kumara
Editor : Gusti Greheson
Foto : Dok. Tim
