Universitas Gadjah Mada meluncurkan Gerakan Kampus Hijau: Dari UGM untuk Dunia sebagai bagian dari komitmen untuk mewujudkan lingkungan kampus yang lebih aman, nyaman, sehat, tertib, dan berkelanjutan. Melalui gerakan ini, seluruh sivitas diajak untuk bersama-sama membangun budaya mobilitas yang lebih ramah lingkungan melalui berjalan kaki, bersepeda, memanfaatkan bus listrik UGM, serta menggunakan kendaraan pribadi secara lebih bijaksana.
Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, PhD., mengatakan Gerakan Kampus Hijau diharapkan bisa mendorong sivitas untuk memanfaatkan berbagai pilihan mobilitas yang tersedia di lingkungan kampus sesuai kebutuhan. “Melalui perubahan-perubahan sederhana dalam aktivitas sehari-hari, kita berharap dapat menciptakan kawasan kampus yang lebih nyaman bagi pejalan kaki, pesepeda, pengguna transportasi kampus, maupun pengguna kendaraan bermotor, sekaligus berkontribusi pada upaya pengurangan emisi karbon,” kata Ova, Selasa (15/9), di Kampus UGM.
Untuk mendukung mobilitas yang lebih berkelanjutan di lingkungan kampus, UGM terus mengembangkan berbagai fasilitas penunjang. Sejak tahun 2023, peningkatan kualitas jalur pedestrian dilakukan secara bertahap agar lebih aman, nyaman, teduh, dan mudah diakses oleh seluruh sivitas. “UGM juga menyediakan layanan sepeda kampus dan bus listrik yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang mobilitas di dalam kawasan kampus,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D, menuturkan berbagai layanan tersebut terintegrasi melalui Simaster VNext. Melalui aplikasi ini, sivitas dapat mengakses berbagai layanan pendukung mobilitas kampus, termasuk informasi transportasi kampus, layanan sepeda, serta fitur-fitur lain yang mendukung aktivitas sehari-hari.
Sebagai bagian dari implementasi Gerakan Kampus Hijau, UGM juga melakukan penataan akses dan mendorong mobilitas menggunakan kendaraan secara bijak melalui penerapan UGM Gate secara bertahap.“Sistem ini dirancang untuk mendukung pengelolaan lalu lintas dan parkir yang lebih tertib, aman, dan efisien, sekaligus meningkatkan kenyamanan mobilitas di lingkungan kampus,” jelasnya.
Melalui UGM Gate, sivitas diimbau untuk mendaftarkan kendaraan yang digunakan melalui Simaster VNext sehingga kendaraan dapat teridentifikasi secara otomatis pada titik akses yang telah menerapkan sistem tersebut. “Penerapan dilakukan secara bertahap untuk memberikan kesempatan kepada sivitas mengenal sistem, melakukan pendaftaran kendaraan, serta menyesuaikan diri dengan pola akses yang baru,” katanya.
Bagi Ova, Gerakan Kampus Hijau merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan kampus. Sebab, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. “Melalui gerakan ini, kami ingin mengajak seluruh sivitas untuk bersama-sama membangun budaya mobilitas yang lebih aman, nyaman, sehat, tertib, dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, UGM juga terus berupaya memastikan bahwa penataan mobilitas kampus tetap mendukung kebutuhan sivitas dan masyarakat yang memiliki kepentingan di lingkungan universitas. Berbagai fasilitas dan layanan mobilitas akan terus dikembangkan agar transformasi menuju kampus yang lebih hijau dapat berlangsung secara bertahap, inklusif, dan memberikan manfaat bagi seluruh pengguna kawasan kampus. “Kampus tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran sosial yang mampu menjadi teladan dalam membangun gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Dengan semangat Dari UGM untuk Dunia, universitas mengajak seluruh sivitas untuk menjadi bagian dari gerakan bersama menuju masa depan yang lebih hijau, sehat, nyaman, dan lestari,” pungkasnya.
Penulis : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Humas UGM
