Kontingen Universitas Gadjah Mada mempertahankan gelar juara umum dalam Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen, dan Keuangan (KBMK) 2026 dengan meraih dua medali emas dan satu medali perunggu. Kompetisi ini digelar pada 28 September hingga 2 Oktober 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah. Grand Final Kompetisi yang digelar oleh Kemdikti Saintek ini diikuti 19 perguruan tinggi dengan jumlah 25 tim. Capaian ini sekaligus memperpanjang keberhasilan UGM mempertahankan posisi juara umum selama tiga tahun berturut-turut dalam kompetisi nasional tersebut.
Prestasi tersebut melibatkan mahasiswa UGM dari sejumlah kategori kompetisi. Tiga tim yang tercatat meraih prestasi adalah Tim Siwan pada kategori Riset Investasi, Tim Pemula pada kategori Audit Investigatif, dan Tim Pajak Ditanggung Pemenang pada kategori Perpajakan.
Tim Siwan beranggotakan Ibnu Zidan Alfarij dan Satrio Dwi Arisetyo dari Program Studi Akuntansi serta Naufal Razan Aqilah dari Program Studi Ilmu Ekonomi. Sementara itu, Tim Pemula terdiri atas Keyra Audrey Christian, Nayla Phui Amazona, dan Tiffany Aida Puspa Ashri, yang berasal dari Program Studi Akuntansi. Adapun Tim Pajak Ditanggung Pemenang beranggotakan Sabiq Muhammad Al Ghozi dari Program Studi Ilmu Ekonomi serta Bitha Cahya Rumansya dari Program Studi Akuntansi Sektor Publik.
Di balik capaian tersebut, mahasiswa menjalani proses persiapan yang didukung pendampingan dari komunitas Business Laboratory UGM. Persiapan diawali melalui seleksi internal universitas untuk menentukan tim terbaik dari berbagai proposal yang masuk. Setelah terpilih, setiap tim memperoleh pendampingan sesuai karakteristik kategori kompetisi yang diikuti.
Program pendampingan bertajuk Bukalapak dilaksanakan sebanyak sembilan kali, mencakup tahapan penyisihan hingga final nasional. Kegiatan ini melibatkan dosen pembina dan praktisi industri yang memberikan masukan sesuai kebutuhan masing-masing tim. Pendampingan tersebut membantu mahasiswa mengembangkan gagasan, menyempurnakan materi, serta mempersiapkan kemampuan untuk mempertanggungjawabkan ide di hadapan juri.
Setiap tim menghadapi tantangan yang berbeda sesuai kategori lomba. Menjelang final nasional, para peserta menjalani persiapan intensif untuk mematangkan hasil kerja mereka. Meski dihadapkan pada kelelahan dan waktu persiapan yang panjang, mahasiswa tetap berupaya memberikan hasil terbaik hingga mampu membawa pulang prestasi bagi UGM.
Capaian tiga tahun berturut-turut sebagai juara umum juga tidak terlepas dari kesinambungan pembinaan antargenerasi. Menurut Almaylana dari komunitas Business Laboratory UGM, mempertahankan prestasi membutuhkan sistem pembinaan yang memungkinkan pengalaman peserta sebelumnya diteruskan kepada mahasiswa yang mengikuti kompetisi pada tahun berikutnya.“Salah satu hal penting dalam mempertahankan prestasi adalah kesinambungan pembinaan,” ungkap Almayla, Senin (12/10).
Mahasiswa yang pernah menjadi bagian dari kontingen turut berkontribusi dalam mendampingi peserta berikutnya. Pengalaman mengikuti kompetisi menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki proses persiapan, sehingga generasi selanjutnya dapat melanjutkan fondasi yang telah dibangun sekaligus mengembangkan kualitasnya sendiri. “Pembinaan tidak berhenti setelah kompetisi selesai, tetapi menjadi proses berkelanjutan di lingkungan mahasiswa UGM,” ujarnya.
Keberhasilan meraih dua medali emas dan satu medali perunggu menjadi capaian yang membanggakan sekaligus dorongan untuk memperluas kesempatan mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi. “Ke depan, komunitas Business Laboratory UGM berharap penguatan ekosistem pengembangan mahasiswa di bidang bisnis, manajemen, dan keuangan dapat terus dilakukan melalui pendampingan, kolaborasi dengan dosen dan praktisi, serta regenerasi antarmahasiswa,” katanya.
Komunitas Business Laboratory UGM juga berharap semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan gagasan, menguji kemampuan, dan berkontribusi melalui KBMK. Selain mempertahankan prestasi pada kategori yang telah menjadi kekuatan UGM, mahasiswa diharapkan dapat mengeksplorasi kategori lain, seperti Perencanaan Bisnis dan Komersialisasi Riset Tepat Guna. Perluasan partisipasi tersebut diharapkan membuka lebih banyak ruang bagi mahasiswa UGM untuk mengembangkan gagasan inovatif dan berkontribusi dalam kompetisi nasional di bidang bisnis, manajemen, dan keuangan.
Penulis : Adinda Putri Rahma
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Tim
