Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada dan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) UIN Imam Bonjol Padang memperkuat kolaborasi akademik dalam penyempurnaan model Coaching Jiwa Merdeka berbasis filsafat dan tasawuf. Kegiatan dengan tajuk Workshop Pengembangan Model Coaching Jiwa Merdeka Berbasis Filsafat dan Tasawuf ini dilaksanakan pada Selasa (28/7) lalu di Aula Mini Lantai 3 FUSA. Sebelumnya, model ini telah dikembangkan bersama Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap.
Dosen Filsafat UGM, Dr. Heri Santoso, M.Hum., memantik diskusi dengan mengajak peserta merefleksikan berbagai persoalan manusia kontemporer, mulai dari krisis kesehatan mental, hilangnya makna hidup, hingga dominasi teknologi yang semakin menjauhkan manusia dari dirinya sendiri. Berangkat dari kondisi tersebut, Heri menjelaskan mengapa pendekatan coaching dipilih, bukan sekadar training, mentoring, konseling, ataupun terapi. “Tantangan manusia masa kini tidak cukup dijawab dengan penambahan pengetahuan atau penyelesaian masalah, tetapi membutuhkan proses membangunkan kesadaran agar setiap orang mampu menemukan potensi dan jawaban dari dalam dirinya sendiri,” katanya dalam keterangan yang dikirim Senin (3/8).
Heri menjelaskan alasan penggunaan konsep Jiwa Merdeka sebagai tujuan coaching, yaitu membangun manusia yang berpikir jernih, mampu mengelola diri, mengambil keputusan secara sadar, dan bertanggung jawab atas pilihan hidupnya. Untuk itu, model ini memadukan refleksi filsafat dengan kedalaman tasawuf sebagai jalan mengenal diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebagai implementasinya, Heri memperkenalkan empat langkah coaching melalui dialog reflektif menggunakan Surah Al-Fatihah, Al-Qur’an, Asmaul Husna, dan hati nurani sebagai media refleksi dan transformasi diri.
Menanggapi pemaparan tersebut, Prof. Dr. Widia Fitri, S.Ag., M.Hum., Guru Besar Filsafat UIN Imam Bonjol Padang, menyampaikan apresiasi terhadap pengembangan model Coaching Jiwa Merdeka berbasis filsafat dan tasawuf. Menurutnya, model tersebut menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan manusia melalui integrasi refleksi filsafat dan spiritualitas tasawuf. “Pendekatan ini menarik secara konseptual sekaligus layak dikembangkan di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, khususnya melalui Program Studi Tasawuf dan Psikoterapi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Dr. Junizar Suratman, pakar tasawuf UIN Imam Bonjol Padang, mengapresiasi ikhtiar Tim Pengabdian Fakultas Filsafat UGM yang menjadikan tasawuf sebagai salah satu fondasi utama model coaching. Menurutnya, pilihan tersebut sangat tepat karena hakikat tasawuf memang berorientasi pada pembinaan dan pembebasan jiwa agar semakin dekat kepada Allah SWT. “Dalam tradisi tasawuf, perjalanan manusia diarahkan melalui proses penyucian jiwa dari nafs ammarah, nafs lawwamah, hingga nafs muthmainnah. Karena itu, model Coaching Jiwa Merdeka dinilai memiliki landasan filosofis dan spiritual yang kuat untuk terus dikembangkan,” jelasnya.
Sekedar informasi, kegiatan workshop ini ini diikuti oleh para dosen dan pakar di bidang filsafat, tasawuf, serta pengembangan manusia. Drs. Imam Wahyudi, M.Hum., selaku ketua Tim Pengabdian Fakultas Filsafat UGM menyampaikan bahwa model Coaching Jiwa Merdeka merupakan hasil pengembangan bersama Fakultas Filsafat UGM dan Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap yang telah diujicobakan di Institut Agama Islam KH. Sofyan Tsauri (INSIMA) Majenang. Menurutnya, melalui workshop ini menjadi momentum penting untuk memperoleh masukan, kritik, dan penyempurnaan dari para pakar filsafat dan tasawuf sebelum model tersebut dikembangkan lebih luas.
Diskusi pun berlangsung hangat dan interaktif dengan berbagai apresiasi, pertanyaan, serta pengayaan perspektif keilmuan yang disampaikan oleh para peserta, di antaranya Dr. Efendi, M.Ag., Jamaldi, M.Ag., Dr. Zulfis, S.Ag., M.Hum., dan dosen lainnya. Menutup workshop, para peserta berharap kolaborasi akademik antara Fakultas Filsafat UGM dan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang semakin kuat melalui Training of Trainers (ToT), uji coba model Coaching Jiwa Merdeka bagi dosen dan mahasiswa, serta pengembangannya sebagai model pembinaan masyarakat di Sumatera Barat.
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Filsafat UGM
