Vaksin merupakan salah produk biologi yang memberikan kekebalan adaptif terhadap penyakit menular tertentu. Secara sederhana, vaksin bekerja dengan melatih sistem imun tubuh untuk mengenali dan melawan virus ataupun bakteri jahat tanpa kita perlu jatuh sakit dahulu. Vaksin ini juga berperan penting dalam menanggulangi pandemi lalu, COVID-19. Salah satu vaksin yang umum terdengar adalah vaksin Sinovac besutan Sinovac Holding Group, perusahaan bioteknologi asal Tiongkok.
Universitas Gadjah Mada telah menandatangani dua piagam Nota Kesepahaman Bersama dengan PT Bio Farma (Persero) dan Sinovac Holding Group Co. Ltd. di Ruang Tamu Rektor UGM, Selasa (21/4). Kesepakatan tripartit ini menjadi landasan penguatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang produk biologi khusus, seperti vaksin dan antivirus.
Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., selaku Rektor UGM mengungkapkan betapa pentingnya vaksin. Oleh karena itu, UGM berkomitmen dalam kerja sama ini bersama Sinovac Holding Group dan PT Bio Farma dalam pengembangan unit-unit uji coba vaksin dan juga obat-obatan di rumah sakit milik UGM. “Vaksin sangat penting bagi keberlanjutan negara sebesar Indonesia,” pungkasnya.
Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 288 juta jiwa, dan juga berbagai potensi adanya pertumbuhan virus maupun bakteri yang mungkin muncul di masa depan, keberadaan vaksin menjadi hal vital. Pasalnya, manfaat vaksin mampu meningkatkan tingkat ketahanan dan kekebalan tubuh penduduk agar tetap sehat dan terhindar dari penularan virus. “Kerja sama ini perlu kita teruskan dan perkuat, bukan hanya untuk pengembangan vaksin tetapi juga pengobatan yang diperuntukkan bagi penduduk di Indonesia,” kata Ova.
Hu Yaling, Vice President, Sinovac Holding Group, menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada UGM atas kerja sama ini. “Saya berharap, karena kita telah bekerja sama dengan sangat erat di Indonesia sejak masa COVID-19, hari ini dapat menjadi langkah awal untuk memulai penelitian, penyelesaian, dan juga industrialisasi kita,” harapnya.
Yuliana Indriati, Direktur Riset & Pengembangan PT Bio Farma (Persero), turut mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kontribusi dan peran UGM dalam pengembangan vaksin di unit milik UGM. ia menyampaikan apresiasi pada UGM karena sudah melakukan trial berbagai vaksin dari Biofarma. Kerja sama ini diharapkan mendorong percepatan pengembangan vaksin bersama Sinovac. “Kita ingin lebih banyak muncul inovasi-inovasi vaksin dari Indonesia dan tentunya Indonesia dapat memproduksi vaksinnya sendiri. Kami pun sangat mendukung dan siap serta menanti-nantikan semua hasil positif yang datang dari kolaborasi ini,” pungkasnya.
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
