Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan pengurus Jardine Foundation, Rabu (12/8), dalam upaya untuk memperkuat kolaborasi pemberian program beasiswa untuk jenjang sarjana maupun pascasarjana. Seperti diketahui, UGM dan Jardine telah melaksanakan beasiswa Jardine–UGM untuk program pascasarjana di University of Oxford dan University of Cambridge serta beasiswa Jardine untuk mahasiswa program sarjana UGM semenjak lebih dari satu dekade lalu.
Rombongan dari Jardine Foundation yang diwakili oleh Mantan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, sebagai senior expert, bersama Christopher Ganis sebagai Head of Indonesia Jardine beserta jajaran diterima langsung oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, bersama dengan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, Direktur Kemitraan dan Relasi Global, Prof. Dr. Puji Astuti, beserta jajaran.
Retno Marsudi menegaskan Jardine berkomitmen untuk mendukung peningkatan pendidikan di Indonesia. Lebih lanjut, ia pun mengungkapkan pentingnya pendampingan yang intensif bagi para penerima beasiswa. “Ke depannya, yayasan akan lebih aktif melakukan pertemuan rutin dengan para mahasiswa untuk mendengarkan langsung kebutuhan mereka di lapangan,” kata Mantan Menlu RI ini.
Tak hanya itu, ia pun menambahkan pentingnya bagi para penerima beasiswa untuk menyebarluaskan semangat ini dan membuka wawasan terkait kesempatan magang (internship). “Kita ingin memberikan semangat agar mereka bisa lulus tepat waktu dan menjalani perkuliahan dengan baik. Melalui program mentorship, kesempatan mereka akan terbuka lebih luas. Ke depan, kita tidak hanya fokus membesarkan universitasnya, tetapi juga harus mengisi ruang krusial, yaitu educating the educators. Dampaknya akan terasa melalui dua hal, kerja sama lokal dan peningkatan kapasitas pendidik itu sendiri,” ungkapnya.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja sama dengan Jardine yang telah berjalan sejak tahun 2014. Dimulai dari pengiriman penerima beasiswa ke Oxford, kini inisiatif tersebut telah berkembang menjadi berbagai upaya beasiswa internal maupun eksternal. “Kehadiran Jardine membuka peluang yang luar biasa. Harapan kita, dari Jardine ini bisa lahir program double degree, tidak hanya dengan kampus di luar negeri, tetapi juga antaruniversitas di Indonesia untuk eskalasi pembelajaran. Ini adalah salah satu misi utama universitas,” paparnya.
Danang Sri Hadmoko mengatakan beasiswa ini bisa membantu mahasiswa agar bisa kuliah reguler namun juga mendapat nilai tambah dari program yang dijalankan. “Mereka harus bisa payback to society dan memiliki kemampuan storytelling yang baik. Dari sisi akademik, kita juga akan menghubungkan alumni-alumni yang kini menjadi dosen di kawasan Indonesia Timur dengan jejaring internasional yang kita miliki,” jelasnya.
Dukungan pengembangan sumber daya manusia ini juga diperkuat dari sisi ekosistem bisnis. Mewakili sektor industri dan bisnis, Christopher Ganis memaparkan pentingnya kesinambungan program pasca-kelulusan para awardee. “Kami akan memanfaatkan seluruh ekosistem bisnis Jardine. Targetnya adalah mencetak profesional-profesional Indonesia yang unggul, namun dengan syarat wajib bagi mereka kembali dan berkontribusi untuk Tanah Air,” tegasnya.
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie
