Jardine Foundation resmi meluncurkan skema baru program beasiswa bagi mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada pada (31/8) di Jakarta. Peresmian tersebut dihadiri oleh perwakilan Jardine Matheson, pendiri Jardine Foundation, Prof. Ova Emilia, Rektor UGM, Retno Marsudi, Senior Advisor Jardine Scholarship sekaligus alumnus UGM, serta para penerima aktif maupun wisudawan beasiswa Jardine-UGM.
Beasiswa Jardine Foundation membuka kuota 20 mahasiswa bagi mahasiswa baru Pascasarjana UGM yang memiliki komitmen kuat untuk mendukung masyarakat lokal, dan sedang membutuhkan dukungan finansial selama menempuh pendidikan. Program beasiswa ini dibuka untuk tahun penerimaan 2026-2027 melalui laman resmi UGM.
Program ini sekaligus melanjutkan kemitraan yang telah terjalin antara Jardine Foundation dan UGM, termasuk skema beasiswa sarjana yang didirikan pada 2022 dan memberikan beasiswa kepada 15 mahasiswa dengan kebutuhan finansial setiap tahunnya. Hal ini mencerminkan komitmen jangka panjang Jardine Matheson terhadap Indonesia serta keyakinannya bahwa pendidikan merupakan kekuatan penting dalam mendorong kemajuan masyarakat.
“Kami senang dapat memperkuat dukungan dan kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada. Jardine memiliki komitmen jangka panjang terhadap Indonesia dan kami bangga dapat memberdayakan mahasiswa sarjana dan pascasarjana Indonesia yang berbakat melalui pendidikan tinggi, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin masa depan dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Ben Keswick, Executive Chairman Jardine Matheson.
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, turut mengapresiasi program beasiswa pascasarjana Jardine yang tahun ini untuk pertama kalinya dibuka di UGM bagi mahasiswa baru tahun ajaran 2026/2027. “Saya sangat mengapresiasi kolaborasi yang terus terjalin antara UGM dan Jardine Foundation yang telah dibangun sejak 2014. Semoga kehadiran Jardine Foundation dapat membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia, sejalan dengan misi utama UGM. Beasiswa ini memainkan peran penting dalam mencetak calon pemimpin kelas dunia dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dengan memperluas akses terhadap pendidikan tinggi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jardine Foundation juga memperkenalkan Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia periode 2014–2024, sebagai Senior Advisor. Dalam perannya, Retno akan memimpin upaya Jardine Foundation dalam memperluas kontribusi dan dampaknya terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia.
Retno mengatakan, pendidikan memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan, memperkuat masyarakat, dan membangun masa depan bangsa. Menurutnya, inisiatif seperti Jardine Foundation Scholarships menunjukkan pentingnya kemitraan antara sektor swasta dan institusi pendidikan dalam memperluas akses terhadap pendidikan. “Semoga kehadiran Jardine Foundation dapat membuka kesempatan pendidikan yang luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia, sejalan dengan misi utama UGM. Beasiswa ini memainkan peran penting dalam membentuk calon pemimpin kelas dunia dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dengan memperluas akses terhadap pendidikan tinggi,” harapnya.
Beasiswa Jardine Foundation sendiri bertujuan untuk mendukung mahasiswa, peneliti, dan calon pemimpin masa depan yang memiliki komitmen untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat. Inisiatif baru ini juga sejalan dengan serta mendukung program prioritas Pemerintah Indonesia di bidang pendidikan.
Didirikan pada 1982, Jardine Foundation telah mendukung akses terhadap pendidikan tinggi bagi mahasiswa di berbagai negara tempat perusahaan-perusahaan dalam portofolio Jardine Matheson beroperasi. Lebih dari US$60 juta telah disalurkan untuk mendukung lebih dari 500 mahasiswa di seluruh dunia, baik melalui beasiswa lokal maupun beasiswa untuk menempuh pendidikan di University of Oxford atau University of Cambridge. Di Indonesia, sekitar 100 mahasiswa telah menerima beasiswa melalui skema Oxford dan Cambridge, sementara 55 mahasiswa Indonesia telah menerima beasiswa untuk menempuh pendidikan di UGM.
Penulis: M. Aidil Syahputra
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Jardine Foundation
