Papua merupakan salah satu wilayah dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat beragam. Sebagai paru-paru Indonesia, tentu diperlukan upaya konkret untuk menjaga kelestarian alam Papua. Salah satu upaya datang dari kerja sama yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dengan Universitas Gadjah Mada melalui pengembangan SDM dan pendirian Prodi Geografi di Universitas Okmin Papua yang terletak di Kabupaten tersebut. Hal itu mengemuka dalam penandatangan Nota Kesepahaman Bersama antara UGM dengan Kabupaten Pegunungan Bintang di Gedung Pusat Balairung UGM, Selasa (28/4).
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., mengatakan Papua dikaruniai keberlimpahan sumber daya hayati yang menjadi sumber kehidupan bagi banyak khalayak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melahirkan insan-insan terdidik dengan pemahaman pada disiplin ilmu Geografi dan manajemen sumber daya alam yang bertanggung jawab. “Berangkat dari latar belakang tersebut, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang menggandeng Fakultas Geografi UGM guna memberikan pendampingan dalam pendirian program studi Geografi,” kata Danang.
Ia menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, Fakultas Geografi UGM sebagai salah satu pionir pendidikan geografi dan kewilayahan di Indonesia, memiliki tanggung jawab dalam upaya peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat pada konservasi. “Idealnya ada satu program studi Geografi di setiap satu pulau di Indonesia. UGM memiliki lulusan yang tersebar di seluruh Indonesia, dan teman-teman mahasiswa Geografi dari Papua akan sangat berpotensi untuk meneruskan tongkat estafet itu,” ungkapnya.
Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Geografi UGM Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, menuturkan pihaknya siap membantu rencana kurikulum fakultas dalam mempersiapkan tenaga pendidik dalam pendirian program studi. Ia melaporkan akan ada 20 orang mahasiswa, yakni 17 orang dalam strata magister dan 3 orang dalam strata doktoral yang akan mendapatkan pendampingan dan bimbingan dari Fakultas Geografi. “Kurikulum yang diterapkan tentu perlu menyesuaikan kebutuhan yang relevan sesuai wilayah sekitar. Kami akan mendampingi teman-teman ini nanti hingga mendapatkan sertifikasi dan dapat mengabdi di sana,” ujarnya.
Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, S.T., M.Si., mengatakan selain kerja sama dalam pendampingan pendirian prodi Geografi, ia juga berharap akan ada pengarahan dalam penyusunan Naskah Akademik untuk menjadi landasan Peraturan Presiden agar kawasan Pegunungan Bintang dapat diperhatikan menjadi kawasan konservasi.
Alumni Magister Pengelolaan Lingkungan SPs UGM menyampaikan urgensi Peraturan Presiden untuk realisasi jasa lingkungan tanah Papua. “Tidak mudah untuk mencari anggaran dari pusat. Untuk itu, kami berharap UGM bisa membantu kami memperjuangkan Perpres itu supaya dapat dukungan dana untuk wilayah konservasi,” ujarnya.
Seperti diketahui, kerja sama ini berada dalam lingkup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini akan berlaku hingga lima tahun ke depan, dan akan segera ditindaklanjuti. Kerja sama dengan Kabupaten Pegunungan Bintang ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak, sekaligus membuka peluang kolaborasi lain dalam program pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi.
Penulis : Ika Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie
