Universitas Gadjah Mada terus membangun kolaborasi dengan alami dan pemerintah daerah di Provinsi Lampung melalui momen kunjungan kerja dan penandatangan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten/kota, serta sejumlah perguruan tinggi di Lampung pada 15-16 Mei lalu di Kota Bandar Lampung.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyatakan bahwa kerja sama lintas sektor ini menjadi langkah nyata kampus dalam menyelaraskan potensi dari perguruan tinggi agar selaras dengan kebutuhan pembangunan riil di daerah.
Menurutnya, luasnya jejaring alumni UGM di berbagai bidang menjadi modal sosial besar guna mendorong kemajuan wilayah yang memiliki potensi besar tapi belum sepenuhnya teroptimalkan. “Jejaring alumni harus terus dirawat dan diarahkan agar memberikan manfaat nyata, baik melalui pendidikan, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat. UGM sebagai kampus kerakyatan berkomitmen untuk selalu hadir membantu daerah melalui ketiga pilar tersebut,” ungkapnya.
Ova berharap melalui kerja sama ini terjadi penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan riset terapan, serta solusi atas berbagai persoalan pembangunan daerah. “Harapannya, kerja sama ini dapat menghasilkan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,”ujarnya.
Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, S.T., M.Pd., menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan fondasi utama bagi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Menurutnya, Lampung Selatan memiliki beragam potensi yang sangat terbuka untuk dikembangkan bersama. “Lampung Selatan memiliki beragam potensi yang bisa dikembangkan bersama. Kami berharap kerja sama ini dapat membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya di Rumah Dinas Gubernur Lampung, Sabtu (16/5).
Ketua Pengda KAGAMA Lampung, Qodrotul Ikhwan Karyonagoro, menyoroti besarnya potensi Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Meskipun demikian, dalam pengamatannya potensi tersebut belum dapat sepenuhnya dioptimalkan. “Lampung adalah dapur bagi Pulau Jawa dan Sumatra, tetapi banyak potensi yang masih perlu dikembangkan melalui sentuhan teknologi dan inovasi,” ujarnya.
Melalui momentum ini, Qodratul juga mengajak seluruh alumni untuk memperkuat nilai guyub, rukun, dan migunani yang menjadi semangat Kagama. Menurutnya, sinergi yang kuat antara UGM dan Kagama akan semakin memperbesar kontribusi alumni bagi masyarakat. “Semakin kuat solidaritas yang dibangun, semakin besar pula energi untuk berkontribusi kepada masyarakat,” jelasnya.
Penulis : Aldi Firmansyah
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Kantor Alumni
