Tim KKN-PPM UGM Kesan Barisan 2026 menggelar program pemberdayaan masyarakat bertajuk “Edukasi Sejarah Air dan Pelestarian Lingkungan melalui Media Digital” yang berlangsung di Sekolah Dasar (SD) Pararapak, Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Adapun kegiatan yang dihadiri oleh siswa kelas satu SD Pararapak ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran anak-anak sejak dini akan pentingnya menjaga sumber air dan lingkungan di desa mereka.
Dalam praktiknya, kegiatan ini memperkenalkan anak-anak pada sejarah air di Barito Selatan melalui penjelasan materi lewat media digital yang disampaikan oleh Nadila Salwa dan Kezia Dwi Nathania. Setelahnya, para peserta juga diajak untuk menerapkan langsung materi pelestarian dan pemanfaatan air secara bijak lewat praktik mencuci tangan yang baik dan benar.
Koordinator Mahasiswa Kluster (Kormater) Soshum, Nadila Salwa, mengatakan bahwa program ini disusun untuk menguatkan pemahaman dasar sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian anak-anak terhadap lingkungan. Awalnya, Nadila mengatakan bahwa pemahaman anak-anak terkait pelestarian lingkungan hanya sebatas membuang sampah pada tempatnya. Namun, lanjut Nadila, pemahaman anak-anak meningkat setelah diberikan edukasi tentang sejarah air di Desa Pararapak. “Mereka mulai menyadari bahwa air sungai yang mereka gunakan sehari-hari punya sejarah panjang dan harus dijaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa edukasi sejarah air dan pelestarian lingkungan yang disampaikan lewat media digital turut membantu anak-anak lebih mudah mengenal sekaligus memahami sejarah air di desa mereka. “Materi ini relevan dengan kehidupan mereka. Anak-anak Pararapak hidup dekat dengan sumber air, sehingga dengan memahami sejarah air di desanya, mereka jadi punya rasa memiliki dan bangga menjaga,” kata Nadila.
Tak lupa, Nadila mengungkapkan bahwa pengenalan materi sejarah air dan pelestarian lingkungan yang dilakukan lewat media digital ini dilatarbelakangi oleh relevansi hingga efektivitas penyampaian pesan. “Adapun penyampaian lewat media digital diharapkan dapat menjadi jembatan efektif agar pesan pelestarian lingkungan sampai dan membekas pada anak-anak, sekaligus membekali mereka menjadi generasi yang kelak menjaga desanya,” harapnya.
Sementara itu, guru kelas 1 SD Pararapak, Tri Astuti, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti di sekolah, tetapi juga diterapkan di rumah sehingga anak-anak dapat mengajak keluarga untuk tidak membuang sampah ke sungai dan lebih bijak menggunakan air. “Harapan terbesar saya, 10-20 tahun ke depan, Desa Pararapak tetap punya air bersih karena anak-anak inilah yang menjaganya dari sekarang,” ujar Tri.
Selain memberikan materi edukatif berbasis media digital, Tim KKN-PPM UGM Kesan Barisan 2026 juga memandu sesi interaktif praktik cuci tangan dengan langkah yang baik dan benar, di mana anak-anak langsung mempraktikkan setiap urutannya bersama tim KKN. Sesi ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini sebagai bagian dari upaya pelestarian air dan lingkungan.
Di akhir, Nadila berharap pengetahuan mengenai sejarah air dan pelestarian lingkungan dapat terus tertanam dalam diri anak-anak SD Pararapak. Meski begitu, Nadila mengakui bahwa penguatan pemahaman dan praktik secara berkelanjutan tetap perlu dilakukan guna menjaga sekaligus meningkatkan semangat anak-anak SD Pararapak. “Setelah diberikan edukasi tentang sejarah air di desa mereka, kesadaran anak-anak meningkat. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi yang peduli dan aktif menjaga kelestarian sumber air di desanya,” tutupnya.
Reportase: Kezia Dwina Nathania/Tim KKN Kesan Barisan
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Tim KKN
