Komitmen, disiplin, dan strategi belajar yang terarah mengantarkan Tania Anastasya Putri, menjadi lulusan tercepat pada wisuda Pascasarjana Universitas Gadjah Mada pada 23-24 April lalu. Ia berhasil menyelesaikan studi Magister Manajemen hanya dalam waktu 1 tahun 1 bulan 9 hari. Padahal, rata-rata masa studi 1.388 lulusan Program Magister (S2), tercatat 2 tahun 1 bulan.
Capaian Tania menjadi menonjol karena mampu menempuh studi hampir setengah lebih cepat dibandingkan masa studi rata-rata wisudawan periode kali ini, menunjukkan efektivitas perencanaan studi serta konsistensi dalam menjalankan setiap tahapan akademik.
Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MM FEB UGM) Kampus Jakarta ini mengaku memilih kuliah S2 UGM karena reputasi akademiknya yang kuat, khususnya di bidang manajemen dan bisnis. Selain lingkungan akademik yang kondusif, didukung oleh dosen-dosen berkompeten serta fasilitas penelitian yang memadai, dinilai memberikan ruang yang optimal bagi pengembangan kapasitas akademik sekaligus perluasan jejaring profesional. “UGM memiliki reputasi yang baik sebagai perguruan tinggi di Indonesia, terutama untuk jurusan saya,” tuturnya, Minggu (26/4).
Tania bercerita, keinginan untuk menyelesaikan studi secara cepat tidak terlepas dari orientasi praktis yang dimilikinya, yakni keinginan untuk segera mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke dalam dunia kerja. Selain komitmen dan disiplin diri terhadap perencanaan waktu menjadi kunci utama dalam menjaga ritme studinya tetap terarah. “Saya ingin segera mengaplikasikan ilmu yang saya pelajari, dan saya memiliki komitmen pribadi untuk disiplin terhadap timeline yang sudah saya tetapkan,” jelasnya.
Ia mengaku tantangan terbesar yang dihadapi saat kuliah terletak pada pengelolaan waktu. Ia harus mampu menyeimbangkan berbagai tuntutan, mulai dari proses penelitian, intensitas bimbingan, penyelesaian tugas akademik, hingga menjaga keseimbangan kehidupan pribadi. Untuk itu, ia menerapkan manajemen waktu melalui penyusunan jadwal yang rinci dan konsistensi. “Saya membuat jadwal yang terstruktur dan berusaha menjalankannya secara konsisten agar semua dapat berjalan seimbang,” ujarnya.
Sementara tesis yang disusunnya mengangkat isu aktual dalam sektor keuangan dengan judul Analisis Reaksi Pasar Saham Terhadap Pengumuman Pemindahan Rp200 Triliun oleh Pemerintah Indonesia Kepada Bank BUMN. Penelitian ini berfokus pada analisis reaksi pasar modal terhadap kebijakan pemerintah tersebut, khususnya dalam melihat perubahan abnormal return pada saham perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saham bank BUMN mengalami abnormal return positif, meskipun tidak signifikan secara statistik, sementara saham bank swasta menunjukkan abnormal return negatif yang signifikan. “Saya ingin melihat perubahan abnormal return dari kebijakan tersebut. Hasilnya, saham bank BUMN menghasilkan abnormal return positif namun tidak signifikan, sedangkan bank swasta menunjukkan abnormal return negatif yang signifikan,” paparnya.
Untuk memastikan kualitas penelitian tetap optimal meskipun dalam waktu yang relatif singkat, Tania menekankan pentingnya perencanaan sejak awal studi. Setiap tahapan penelitian, mulai dari penyusunan proposal, pengembangan bab, analisis data, hingga penarikan kesimpulan, dirancang secara sistematis. Selain itu, kedisiplinan dalam mengikuti bimbingan serta evaluasi mandiri secara berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hasil akhir. “Saya merencanakan penelitian sejak awal, mulai dari proposal hingga kesimpulan, serta disiplin mengikuti bimbingan dan melakukan evaluasi mandiri,” jelasnya.
Diakui Tania, keberhasilan dirinya menyelesaikan studi dalam waktu singkat juga tidak terlepas dari dukungan lingkungan sekitar. Peran dosen pembimbing menjadi krusial dalam memberikan arahan yang jelas dan konstruktif selama proses penelitian. Di sisi lain, dukungan moral dari keluarga dan teman turut menjaga motivasi dan ketahanan diri dalam menghadapi tekanan akademik. “Pembimbing saya memberikan arahan yang jelas dan konstruktif. Selain itu, keluarga dan teman-teman juga sangat mendukung secara moral dan membantu menjaga semangat saya selama studi,” katanya.
Di balik pencapaian prestasi akademiknya yang gemilang, terdapat sejumlah pengorbanan yang harus dilakukan Tania, terutama dalam mengurangi waktu bersosialisasi dan menikmati hiburan bersama rekannya. Bahkan saat penyusunan tesis, khususnya pada tahap analisis data, menjadi periode yang paling menuntut fokus dan intensitas kerja tinggi. Meski demikian, ia memaknai pengorbanan tersebut sebagai bagian integral dari proses pembelajaran dan pengalaman berharga. “Saya sempat mengurangi waktu bersosialisasi dan hiburan, bahkan saat momen seperti tahun baru, karena fokus menyusun Bab 4. Namun, saya menganggap itu sebagai bagian dari perjuangan dan pengalaman berharga,” kenangnya.
Selama menempuh studi di MM UGM, Tania merasakan pengalaman akademik yang positif serta lingkungan kampus yang suportif. Ia menilai atmosfer akademik yang kolaboratif turut mendukung percepatan studinya. “Pengalaman saya sangat positif, baik dari sisi akademik maupun lingkungan kampus yang mendukung. Pesan saya, manfaatkan waktu studi dengan maksimal dan jangan ragu mencari peluang,” pesannya.
Ke depan, Tania berkeinginan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh sekaligus berkontribusi dalam dunia akademik dan masyarakat luas. “Saya berharap dapat menjadi bagian dari akademisi dan berkontribusi bagi masyarakat melalui ilmu yang saya miliki,” pungkasnya.
Penulis : Zabrina Kumara
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Tania
