Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada memperluas kerja sama akademik dan riset internasional dengan beberapa kampus di Australia dalam rangkaian kunjungan kerja ke Australia pada 15-19 Juni lalu. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi Fapet UGM terdiri Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Budi Guntoro bersama Dosen Fapet UGM Ir. Tian Jihadhan Wankar, Ph.D., melakukan pertemuan dengan sejumlah institusi strategis di Australia, seperti NT Government, Northern Territory Cattlemen’s Association (NTCA), Northern Territory Livestock Export Association (NTLEA), Charles Darwin University (CDU), serta University of New England (UNE), yang juga berkoordinasi dengan Konsulat Republik Indonesia di Darwin dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Australia.
Salah satu capaian utama dari kunjungan tersebut adalah terbukanya kesempatan bagi mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 Fapet UGM untuk mengikuti program studi, riset, maupun magang di berbagai institusi mitra di Australia. Dalam kunjungannya ke Charles Darwin University dan University of New England, delegasi Fapet UGM membahas potensi kerja sama dalam program double degree, pertukaran mahasiswa, hingga kolaborasi riset lintas disiplin.
Kemudian, kunjungannya ke NTCA, selain memperkuat kerja sama yang telah terjalin sejak 2011, juga membahas program magang mahasiswa di peternakan sapi di kawasan Northern Territory. Hal ini, Pemerintah Northern Territory turut memberikan dukungan terhadap pengembangan kerja sama Indonesia–Australia di sektor pendidikan dan peternakan.
Bagi Budi Guntoro, kunjungan kerja kali ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jejaring internasional secara berkelanjutan dan membuka peluang besar bagi mahasiswa dan peneliti Indonesia untuk mengakses sumber daya, fasilitas, serta jejaring akademik internasional yang lebih luas.
Diakui Budi, kunjungan ini bisa terlaksana atas dukungan dari Konsulat RI di Darwin dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Australia agar kerja sama tersebut dapat ditindaklanjuti secara konkret dan berkelanjutan. Namun untuk mewujudkan komitmen kerja sama tersebut, Fapet UGM bersama beberapa institusi strategis di Australia akan menyusun nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) yang mencakup mekanisme seleksi mahasiswa, skema pembiayaan, hingga rencana kolaborasi riset bersama. “Harapannya program tersebut dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat,” pungkasnya.
Reportase : Satria/Humas Peternakan
Penulis : M.Aidil Syahputra
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Fakultas Peternakan
