Universitas Gadjah Mada akan mengadakan Gadjah Mada Youth Championship atau pekan perlombaan olahraga remaja pada 23 November—30 November mendatang. Perlombaan kejuaraan ini mempertandingkan 6 cabang olahraga, yaitu pencak silat, karate, voli, tenis, futsal, dan panahan. Kegiatan ini bertujuan sebagai wadah untuk mendukung talenta-talenta muda menyalurkan bakat serta mencetak atlet berprestasi di masa depan.
Putut Ariwibowo, Ketua Umum Kagama Gelanggang UGM, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang mendukung berjalannya acara ini, terutama para teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam berbagai UKM sebagai panitia. Ia pun mengungkapkan bahwa kepanitiaan acara ini merupakan kolaborasi yang terdiri dari KAGAMA Gelanggang, civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM), serta elemen mahasiswa/UKM. “Acara kick-off ini menjadi penanda resmi dimulainya berbagai program persiapan yang telah disusun secara matang untuk menuju acara puncak pada bulan November 2026,”katanya, Rabu (29/4), di GOR Nusantara.
Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada menyambut baik acara perlombaan olahraga untuk kalangan remaja ini. Ia berharap bahwa acara ini dapat terus berlanjut dan bermanfaat, tak hanya dalam konteks pengembangan talenta-talenta remaja, tetapi juga dalam membangun karakter, mentalitas, dan juga sportivitas mahasiswa UGM. “Artinya ini menjadi sebuah pengingat juga bagi kami di UGM itu bagaimana membuat wahana-wahana kegiatan yang tidak hanya kemudian menuntut soal akademik, tapi bagaimana kemudian kegiatan non-akademik ini dapat kita optimalkan untuk mendorong pengembangan karakter mahasiswa UGM ke depan,”ujarnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Pusat, Drs. Tb. Lukman Djajadikusuma, mengungkapkan dukungan dan apresiasinya untuk Gadjah Mada Youth Championship 2026. Ia berharap hal ini dapat menjadi pilot project yang nantinya akan diikuti oleh universitas-universitas lainnya. “Diharapkan nanti muncul atlet-atlet nasional, tidak hanya atlet-atlet saja, tapi kami harapkan juga melalui kompetisi ini atau kejuaraan ini juga akan dikembangkan oleh industri olahraga, kemudian juga ada sport tourism, dan juga sport science yang bisa secara bersamaan dikembangkan,” harapnya.
Lukman pun menyinggung bahwa kompetisi ini dapat digunakan sebagai awal persiapan untuk Indonesia Youth Games atau PON Remaja yang akan diselenggarakan sekitar tahun 2027 nanti. Ia pun menyoroti bagaimana pentingnya keberadaan PON ini sebagai wadah untuk para calon atlet di masa depan. “Kami mengatakan sangat perlu diadakan pon remaja sebagai wadah sebelum menuju jenjang yang lebih serius,” jelasnya.
Ia menegaskan, KONI Pusat menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan teknis dan pelatihan bagi panitia mahasiswa selama enam bulan ke depan, mulai dari tahap desain acara hingga proses evaluasi penutupan.
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie
