Universitas Gadjah Mada dan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) sepakat menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berfokus dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dengan sektor bisnis nasional dalam mendukung pembangunan pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan. Pada tahap awal, kerja sama ini difokuskan pada pengembangan komoditas kelapa sawit sebagai salah satu komoditas strategis nasional yang memiliki kontribusi besar dalam perekonomian Indonesia.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyambut baik rencana kerja sama strategis ini. Ia menilai bahwa perlunya konsep sustainable farming dalam mengelola perkebunan. Tidak hanya berfokus pada hasil produksi, tetapi harus memikirkan pertanian yang berkelanjutan pada masa depan. Keberlanjutan bagi UGM juga berarti mewujudkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat sekitar dan para petani. “Keberhasilan sebuah program bukan hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dikatakan Rektor, pihaknya juga siap mendukung peningkatan kapasitas SDM melalui penawaran program pendidikan Sarjana (S1) maupun Pascasarjana yang nantinya kurikulum dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri. Ia menyampaikan perlunya melibatkan berbagai disiplin ilmu seperti bidang pertanian, ekonomi, sosial, hingga hukum, dalam memberikan sudut pandang yang komprehensif dalam menangani permasalahan. “UGM sangat komprehensif, jadi semua diajak karena masing-masing mempunyai angle untuk berkontribusi di situ,” katanya.
Selain itu, ia menilai bahwa keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga dapat memperkuat hubungan sosial sekaligus membantu pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan. Ia berharap pendekatan tersebut dapat dikembangkan bersama APN dalam skala yang lebih luas. “Kami sudah melakukan itu di dalam kebun yang kecil untuk KKN. Ternyata itu juga menjadi perekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Direktur PT Agrinas Palma Nusantara (APN), Mohammad Abdul Ghani, menyebut bahwa saat ini telah mengelola sekitar 4,11 juta hektar lahan sawit yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Kedepannya, ia menyebut bahwa lingkup kerja sama juga diperluas pada pengembangan komoditas strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan penguatan industri pangan, seperti diantaranya komoditas jagung, kedelai, dan singkong. “Dengan luasan yang demikian, kami tentu tidak bisa sendiri. Karena itu kami mengundang UGM untuk membantu dalam fungsi tridarma, riset, dan pengembangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan pentingnya melibatkan petani melalui pola kemitraan yang bersifat organik dan berkelanjutan. Menurutnya, pola kemitraan lama yang cenderung transaksional perlu diubah menjadi hubungan yang lebih erat agar mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani, yang saat ini masih berada di bawah produktivitas korporasi. Untuk mendukung upaya tersebut, PT APN membentuk dua direktorat khusus yang menangani aspek keberlanjutan, baik dari sisi lingkungan maupun sosial. “Kami di Agrinas Palma Nusantara merumuskan kebijakan ke depan menjadi perusahaan yang comply dengan sustainability, baik dalam pengertian lingkungan maupun sosial. Model seperti ini masih jarang diterapkan di industri perkebunan Indonesia,” tuturnya.
Kerja sama strategis ini juga menginisiasi adanya komitmen PT APN untuk menyalurkan sebagian keuntungan bisnis dalam mendukung pembiayaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Skema ini merupakan model kolaborasi inovatif yang diharapkan dapat mendukung kemandirian pembiayaan perguruan tinggi melalui sinergi produktif antara dunia akademik dan sektor usaha nasional. “Kami sangat berharap banyak dukungan dari UGM, mulai dari proses studi, riset, sampai pengembangan teknologi. Kami juga ingin membangun pusat perbanyakan benih unggul dan mengembangkan sistem digital yang bisa membantu produktivitas petani,” terang Ghani.
Dengan berbagai potensi yang dimiliki oleh UGM, serta kapasitas bisnis PT APN dalam pengembangan komoditas strategis, kedua pihak optimis bahwa kerja sama ini dapat berkontribusi nyata bagi penguatan sektor perkebunan dan pangan. Sehingga, diharapkan lahir berbagai inovasi dan model pengembangan yang menambah nilai tambah komoditas nasional, mendukung kesejahteraan petani dan masyarakat, serta dapat mendukung agenda besar pembangunan ketahanan pangan nasional.
Penulis : Cyntia Noviana
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie
