Universitas Gadjah Mada berpartisipasi dalam The Second University Presidents Forum of the University Consortium of the 21st Century Maritime Silk Road (UCMSR) atau Konsorsium Universitas Jalur Sutra Maritim Abad ke-21 yang diselenggarakan oleh Xiamen University, Tiongkok, pada 11–13 Juni lalu. Forum internasional ini mempertemukan pimpinan perguruan tinggi dari berbagai negara untuk membahas penguatan kerja sama pendidikan tinggi, pengembangan talenta global, serta peran universitas dalam menjawab berbagai tantangan dunia melalui inovasi dan transformasi digital. Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk berbagi praktik baik sekaligus memperluas kolaborasi lintas negara. Berbagai isu mengenai masa depan pendidikan tinggi dan pengembangan ekosistem inovasi turut menjadi fokus pembahasan.
Delegasi UGM dipimpin oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia,Ph.D. Turut bergabung dalam delegasi tersebut Dekan Fakultas Pertanian UGM, Prof. Dr. Ir. Jaka Widada, M.P., serta pimpinan Fakultas Biologi UGM yang diwakili oleh Dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dan Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc. Kehadiran delegasi lintas fakultas mencerminkan upaya UGM untuk memperluas kolaborasi internasional di berbagai bidang keilmuan. Forum ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi. Partisipasi aktif UGM diharapkan dapat memperkuat posisi universitas dalam jejaring akademik global.
Forum yang diikuti puluhan universitas dari berbagai negara ini mengangkat beragam isu strategis terkait masa depan pendidikan tinggi. Pembahasan mencakup pengembangan tata kelola global, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pendidikan, hingga penguatan kemitraan internasional. Selain pidato utama dari para pemimpin universitas dunia, kegiatan juga menghadirkan diskusi mengenai pembangunan ekosistem inovasi dan hilirisasi teknologi melalui kolaborasi perguruan tinggi, industri, dan pemerintah. Berbagai perspektif yang disampaikan memberikan gambaran mengenai arah transformasi pendidikan tinggi di tengah perubahan global yang semakin dinamis. “Forum ini membuka ruang yang sangat strategis bagi UGM, khususnya Fakultas Biologi, untuk memperluas jejaring dan menjajaki peluang kolaborasi riset serta pendidikan bertaraf internasional,” ujar Budi Setiadi Daryono, Rabu (17/6).

Dalam forum tersebut, delegasi UGM turut berpartisipasi pada sesi diskusi bertajuk Connecting the World: Shaping New Paradigms for Global Higher Education Cooperation. Sesi ini membahas berbagai praktik baik dalam pengembangan kemitraan akademik lintas negara, mobilitas mahasiswa dan dosen, serta inovasi dalam pendidikan internasional. Diskusi menyoroti pentingnya kolaborasi yang lebih inklusif dan adaptif untuk menjawab tantangan global. Perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang semakin terbuka dan terhubung. Forum tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antaruniversitas dalam mengembangkan talenta global.
Selain membahas kerja sama pendidikan, forum juga menyoroti hubungan antara dunia akademik dan industri melalui sesi Linking Industry and Academia: Building a New Ecosystem for University Technology Transfer. Dalam sesi ini, peserta mendiskusikan berbagai strategi untuk mempercepat hilirisasi hasil riset dan mendorong inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Perguruan tinggi didorong untuk membangun kolaborasi yang lebih erat dengan sektor industri dalam pengembangan teknologi. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan relevansi riset sekaligus memperkuat kontribusi universitas terhadap pembangunan berkelanjutan. Pembahasan ini sejalan dengan komitmen UGM dalam mendorong inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Pada hari terakhir kegiatan, delegasi Fakultas Biologi UGM berkesempatan mengunjungi Tan Kah Kee Innovation Laboratory dan Biomarine Research Institute. Kedua institusi tersebut dikenal sebagai pusat inovasi dan riset unggulan yang berfokus pada pengembangan teknologi strategis dan kolaborasi multidisiplin. Kunjungan ini memberikan gambaran mengenai pengelolaan riset yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Delegasi juga memperoleh wawasan mengenai pengembangan ekosistem inovasi yang mampu mendorong hilirisasi hasil penelitian secara berkelanjutan.

Selain itu, delegasi UGM juga mengunjungi Xian An Biomedical Laboratory yang berfokus pada pengembangan dan produksi vaksin untuk kesehatan masyarakat. Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana penelitian dasar dapat dikembangkan menjadi produk yang memberikan manfaat luas bagi publik. Fasilitas riset tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah dalam mempercepat inovasi kesehatan. Melalui kunjungan lapangan ini, delegasi memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik pengelolaan riset berstandar internasional. “Kunjungan ke laboratorium-laboratorium unggulan di Xiamen University memberikan inspirasi nyata tentang bagaimana ekosistem inovasi dibangun secara kolaboratif antara universitas, industri, dan pemerintah,” tambah Budi.
Keikutsertaan UGM dalam forum UCMSR menjadi bagian dari upaya berkelanjutan universitas untuk memperkuat jejaring internasional dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Melalui berbagai forum global, UGM terus membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Sinergi dengan perguruan tinggi dan lembaga riset internasional diharapkan dapat menghasilkan berbagai inisiatif yang berdampak luas bagi masyarakat. Penguatan kemitraan global juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan yang semakin kompleks. Dengan kolaborasi yang semakin erat, UGM terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan global yang berkelanjutan.
Penulis : Triya Andriyani
Foto. : Dok. Budi Setiadi Daryono
