Bellatrix Gracia Antameng, alumnus Program Studi Teknik Biomedis dari Departemen Teknik Teknologi Informasi (DTETI) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada berhasil menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. CEO sekaligus pendiri PT Orionex Solusi Digital tersebut terpilih menjadi bagian dari delegasi resmi Indonesia pada Startup Grind Global Conference 2026, berlangsung pada 27-28 April 2026 di Fox Theatre, Redwood City, California, Amerika Serikat.
Startup Grind Global Conference merupakan salah satu ajang yang mempertemukan startup terkemuka di dunia, yang setiap tahunnya mengumpulkan para pendiri perusahaan rintisan, investor, dan inovator dari berbagai penjuru dunia. Pada tahun 2026, konferensi ini dihadiri oleh lebih dari 5.000 peserta, dengan keterlibatan lebih dari 400 firma modal ventura, 150 startup yang memamerkan produknya, serta terdapat 175 sesi diskusi seputar perkembangan ekosistem teknologi dan kewirausahaan global.
Keikutsertaan Bellatrix dalam forum tersebut merupakan bagian dari Overseas Program Pertamuda, sebuah program yang diberikan kepada tiga pemenang teratas Pertamuda Seed & Scale 2025. Dalam kesempatan ini, ia menjadi satu-satunya wakil dari Universitas Gadjah Mada yang hadir langsung di salah satu forum startup paling bergengsi di dunia.
Selama konferensi berlangsung, Bellatrix mengaku ia menjalankan peran sebagai delegasi resmi, peserta konferensi, sekaligus bagian dari startup yang berpameran melalui jalur Pertamuda. Salah satu pencapaian yang patut disorot adalah kesempatannya tampil dalam sesi One Minute Pitching di hadapan para investor global, dimana ia mempresentasikan inovasi yang dikembangkan Orionex kepada berbagai pemangku kepentingan internasional dan membuka jalan bagi potensi kerja sama lintas negara. Penampilan dalam sesi pitching tersebut menjadi langkah strategis untuk memperlihatkan kemampuan inovasi startup Indonesia di mata dunia. “Sejumlah pelaku industri dan investor internasional pun menunjukkan ketertarikan terhadap solusi yang dipresentasikan, termasuk perwakilan dari beberapa lembaga investasi yang turut hadir,” kata Bellatrix dalam keterangan yang dikirim Senin (22/6).
Di sela rangkaian kegiatan konferensi, Bellatrix bersama delegasi Indonesia juga menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco. Pertemuan itu membahas berbagai peluang pengembangan startup Indonesia di pasar global, mencakup penguatan jaringan internasional, peluang kolaborasi antarnegara, serta dukungan diplomatik bagi perusahaan rintisan yang berminat melakukan ekspansi ke luar negeri.
Melalui partisipasinya, Bellatrix mengaku mendapat wawasan berharga tentang standar global dalam membangun startup teknologi, sekaligus memperluas jaringan profesional bersama investor, pelaku ekosistem, dan calon mitra strategis dari berbagai negara. “Relasi yang terjalin selama konferensi diharapkan dapat mendorong pertumbuhan PT Orionex Solusi Digital dan membuka lebih banyak peluang kolaborasi internasional kedepannya,” harapnya.
Kiprah Bellatrix di Startup Grind Global Conference 2026 membuktikan bahwa alumni DTETI UGM mampu bersaing dan berkontribusi dalam ekosistem inovasi global, sekaligus mengharumkan nama Indonesia di panggung kewirausahaan teknologi dunia. “Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni untuk terus berkarya dan berinovasi dengan dampak nyata di tingkat internasional,” pungkasnya.
Reportase : Noor Rasya (DTETI)
Penulis : Cyntia Noviana
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Bellatrix
