Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada secara resmi membuka rangkaian peringatan Dies Natalis ke-71, Jumat (26/6). Bertempat di halaman Gedung Biologi UGM, pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian hari jadi yang mengusung tema “Biosinergi Berkelanjutan, Mengglobal dalam Keunggulan.”
Pembukaan rangkaian Dies Natalis disimbolkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Dekan Fakultas Biologi UGM sebagai tanda dimulainya rangkaian peringatan dies. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan delapan ekor burung merpati oleh Ketua Senat, Dekan, Wakil Dekan, beserta jajaran pimpinan Fakultas Biologi. Simbol merpati ini terdiri atas tujuh warna abu-abu dan satu merpati putih. Momentum warna tersebut melambangkan usia ke-71 Fakultas Biologi UGM.
Dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., mengingatkan seluruh sivitas akademika untuk senantiasa memanjatkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Ia menyampaikan bahwa usia ke-71 bagi sebuah fakultas merupakan fase yang semakin matang untuk terus berperan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kita sebentar lagi ulang tahun tanggal 19 September sehingga kalau manusia itu sudah lansia, tetapi bagi institusi pendidikan itu semakin matang,” sebutnya membuka rangkaian.
Ia menilai di usia ke 71 ini, berbagai aspek dari Fakultas Biologi yang sudah cukup mapan (established). Ia menyebutkan bahwa program studinya telah terakreditasi internasional serta menyediakan program gelar ganda (double degree) untuk setiap jenjang. Menurutnya, kunci dari keseluruhan institusi pendidikan terletak pada kolaborasi demi mencapai sasaran global. Dalam praktiknya, Budi menyebutkan bahwa Fakultas Biologi berhasil memperoleh pendanaan maupun program pertukaran pelajar melalui New Colombo Plan dari Pemerintah Australia.
Menurutnya, kematangan umur menandakan fakultas sudah cukup untuk sekedar melaksanakan. Disebutkannya bahwa institusi pendidikan tidak hanya berfokus pada publikasi ilmiah maupun paten, tetapi juga harus memberikan dampak nyata melalui pengabdian, penelitian, maupun rekognisi. Kontribusi Fakultas Biologi bagi masyarakat, menurutnya, harus terus ditingkatkan.
Lebih lanjut, Budi juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga semangat guyub rukun dan migunani (bermanfaat). Ia mengibaratkan kebersamaan sivitas akademika seperti ikatan pada sapu lidi yang berserakan jika tidak dikuatkan menjadi satu. Karena itu, kemajuan, kebersamaan, dan persatuan harus terus dipelihara. “Tanpa kebersamaan tidak bisa ada kekuatan untuk kebermanfaatan. Manfaat itu paling kita untuk diri sendiri, keluarga sendiri, lingkungan sendiri, baru masyarakat. Biologi kuat, Biologi sehat, Biologi jaya,” tuturnya.
Ketua Dies Biologi ke-71, Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., menjabarkan serangkaian kegiatan harlah yang berlangsung hingga akhir 2026. Ia menyebutkan pembukaan pertama membuka agenda lanjutan berupa International Summer Course serta The International Conference pada awal Juli mendatang. Dwi menguraikan juga pada Agustus dan September terdapat rangkaian Anjangsana, temu alumni, rapat senat, dan malam Biotoprak yang tengah disiapkan. “Agustus sampai November ini mahasiswa akan mengadakan Biosphere dan Research Day,” urainya.
Upacara pembukaan Dies Natalis turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti senam irama, sarapan bersama, serta ramah tamah sivitas akademika. Gelak sinergi meramaikan pembukaan baik unsur dosen, tenaga kependidikan, serta sejumlah mahasiswa. Semangat ini turut dibawa hingga berbagai rangkaian yang akan datang.
Penulis : Hanifah
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Donnie
