Sebanyak 50 guru Kimia dan 100 siswa dari berbagai SMA di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengikuti workshop Peningkatan Kapasitas Guru dan Siswa SMA dengan tema “Bahan Alam Asli Indonesia: Manfaat dan Sumber Belajar Tanpa Batas” pada Jumat, (26/6) di SMA Negeri 1 Kediri. Workshop yang diselenggarakan Laboratorium Kimia Organik, Departemen Kimia FMIPA, Universitas Gadjah Mada ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan siswa dalam pemanfaatan bahan alam Indonesia sebagai sumber pembelajaran kimia yang kontekstual, inovatif, dan berkelanjutan.
Dr. Endang Astuti, mewakili Departemen Kimia FMIPA UGM, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki kekayaan bahan alam yang sangat besar dan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik serta bernilai ilmiah tinggi. “Guru dan siswa perlu terus didorong untuk mengeksplorasi potensi tersebut melalui pendekatan ilmiah,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari komitmen Departemen Kimia FMIPA UGM dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sains di tingkat sekolah menengah sekaligus memperkenalkan dunia perguruan tinggi kepada generasi muda. “Melalui pendekatan yang interaktif, inspiratif, dan aplikatif, peserta diajak untuk mengenal lebih dekat ilmu kimia, kehidupan kampus, serta peluang pengembangan karir di bidang sains dan teknologi,” terangnya.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA UGM, Dr. Deni Pranowo, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap sains, khususnya kimia, sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai kehidupan akademik di perguruan tinggi. “Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan motivasi siswa untuk terus belajar serta berani bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Melalui pengenalan sains yang menyenangkan dan inspiratif, kami ingin menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan salah satu kunci penting dalam membangun masa depan bangsa,” ujarnya.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki literasi sains yang kuat, semangat belajar sepanjang hayat, serta kesiapan untuk menjadi ilmuwan, inovator, dan pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.
Kegiatan workshop kali ini mendapatkan respons yang sangat positif dari para peserta. Melalui berbagai sesi yang interaktif, siswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai dunia perkuliahan dan peluang studi di FMIPA UGM, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melakukan eksperimen kimia yang menarik dan aplikatif.
Salah satu peserta dari SMA Negeri 1 Kediri, Julita Sulistya Eka, menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut. “Acara ini sangat seru dan menyenangkan. Selama ini saya menganggap kimia sebagai mata pelajaran yang cukup sulit karena banyak teori yang harus dihafal. Namun setelah mengikuti sesi Fun Chemistry mendapat ilmu dari para profesor tentang penelitian kimia dan menjadi paham kimia itu tidak lepas dai ada di sekitar kita”.
Sementara itu, Yemima Brenda Chrissia, siswa kelas XI SMA N 1 Pare, menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian dari FMIPA UGM atas kesempatan belajar yang diberikan kepada para siswa. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan wawasan baru tentang dunia kampus, khususnya di UGM. Semoga ilmu yang kami peroleh hari ini dapat menjadi bekal untuk meraih cita-cita,” katanya.
Secara terpisah, kepala sekolah SMA N 1 Kediri, Arif Syah Putra, M.Pd., menyatakan bahwa kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masa depan.
Melalui kegiatan ini, Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia FMIPA UGM menegaskan komitmennya untuk terus menjembatani hasil-hasil pendidikan dan penelitian perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dunia pendidikan. Diharapkan kegiatan ini dapat memperkuat kompetensi guru, meningkatkan minat siswa terhadap sains, serta mendorong pemanfaatan kekayaan bahan alam Indonesia sebagai sumber belajar yang kreatif, inovatif, dan berkelanjutan.
Seperti diketahui, workshop ini menghadirkan para pakar dari Departemen Kimia FMIPA UGM yang membagikan pengetahuan dan pengalaman mengenai pemanfaatan bahan alam Indonesia dalam pembelajaran kimia. Beberapa materi yang disampaikan meliputi, pengenalan Pembelajaran Kimia Hijau di SMA dapat diterapkan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan relevansi pembelajaran kimia. Selanjutnya, diajarkan berbagai jenis pewarna alami Indonesia, sumber-sumbernya, karakteristik kimia, serta potensi pemanfaatannya sebagai media pembelajaran dan produk bernilai tambah.
Salah satu sesi yang paling menarik adalah Fun Chemistry, peserta terlibat langsung dalam berbagai kegiatan praktikum dan demonstrasi kimia yang aman, menarik, dan mudah diterapkan. Beberapa kegiatan yang dilakukan meliputi pemanfaatan zat warna alami sebagai indikator pH, demonstrasi reaksi kimia sederhana yang menunjukkan fenomena perubahan warna, dan pembuatan lilin aromaterapi sebagai contoh penerapan kimia organik dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), peserta dapat memahami bahwa kimia bukan sekadar teori, tetapi ilmu yang dekat dengan kehidupan dan memiliki banyak manfaat praktis.
Sebagai puncak kegiatan, peserta mengikuti sesi praktikum membuat parfum sendiri. Pada sesi ini, guru dan siswa melakukan praktik pemanfaatan pewarna alami sebagai indikator pH serta eksplorasi minyak atsiri sebagai bahan pembelajaran kimia berbasis sumber daya lokal. Praktikum dirancang agar mudah direplikasi di sekolah dengan peralatan sederhana dan bahan yang mudah diperoleh.
Sebagai penutup, kegiatan menghadirkan sesi inspiratif “Discussion and Sharing Session”, para peserta diajak untuk membangun pola pikir positif, menumbuhkan semangat belajar, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat.
Penulis : Jelita Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. FMIPA
