Dies Natalis ke-71, FEB UGM Didorong Tingkatkan Inovasi dan Reputasi GlobalFakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) menggelar Rapat Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-71 pada Senin (21/9) di Auditorium Pusat Pembelajaran FEB UGM. Dies kali ini, FEB UGM mengusung tema ‘Fostering Inclusive and Innovative Leaders for Sustainable Economy and Business’. Tema ini mencerminkan komitmen FEB UGM untuk melahirkan pemimpin yang unggul secara akademik dan profesional, serta mampu merangkul keberagaman, menghadirkan inovasi, mengambil keputusan dengan senantiasa mempertimbangkan aspek keberlanjutan, ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian prestasi dan inovasi yang mewarnai perjalanan FEB selama 71 tahun. Berbagai capaian dalam perangkingan yang didapatkan baru-baru ini menjadi indikator kinerja bersama serta cerminan kepemimpinan inklusif di FEB.
Ova juga menyoroti situasi ketidakpastian geopolitik saat ini menghadapkan tantangan mulai dari melambatnya pertumbuhan produktivitas hingga turunnya daya beli masyarakat. Dalam hal ini, inovasi menjadi pilar kunci bagi perguruan tinggi untuk terus bertahan serta berkembang. Menurutnya, FEB UGM telah melakukannya dengan baik melalui berbagai inovasi di bidang teknologi seperti Sidek-EDU (Sistem Informasi Debit Kredit Untuk Edukasi), GM DTGI (Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index), Aplikasi WESTA (Solusi Berbasis AI untuk pengelolaan sampah), dan lainnya. “Inovasi yang dihasilkan FEB UGM menjadi langkah strategis dan menjadi pendorong utama sekaligus katalisator bagi pencapaian pembangunan bangsa secara berkelanjutan,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa inovasi dan prestasi yang telah diraih FEB UGM senantiasa menjadi inspirasi bagi pengembangan ilmu pengetahuan di masa mendatang. Ia berharap setiap karya yang dihasilkan mampu memicu pertumbuhan calon-calon pemimpin yang memiliki perspektif inklusif, inovatif, serta berorientasi pada berkelanjutan.
Sementara itu, pada pidato laporan tahunan, Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., CA., menyampaikan rencana strategis FEB UGM 2023-2027 ditetapkan dalam enam tujuan. FEB UGM berkomitmen melahirkan lulusan pemimpin yang unggul, dibuktikan dengan kurikulum yang responsif dan pembelajaran yang inovatif serta peningkatan kualitas mahasiswa melalui prestasi nasional dan internasional. Pengukuhan posisi UGM sebagai thought leader di bidang keberlanjutan melalui penelitian dan publikasi. Dari 2022-2026, 59,38% publikasi mengangkat tema SDGs, dengan demikian FEB UGM memastikan penelitian yang dihasilkan memiliki relevansi terhadap berbagai tantangan pembangunan sera memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan keberlanjutan.
Selain dari sisi pendidikan dan penelitian, FEB UGM juga terus memperkuat perannya dalam menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Pengabdian diarahkan dalam tiga fokus yaitu Governansi dan Sistem Informasi, Kewirausahaan dan UMKM, serta Pembangunan Berkelanjutan. Dalam aspek peningkatan sumber daya manusia, FEB UGM terus meningkatkan kualifikasi dosen sebagai upaya untuk menjaga dan memperkuat mutu pendidikan. Pada tahun 2026, 75% dosen sudah bergelar doktor, 91,0% dosen sudah memenuhi kualifikasi akreditasi internasional AACSB. “Pembangunan ekosistem strategis pendukung Tridharma terus diperkuat melalui peningkatan reputasi dan penjaminan mutu akademik,” jelasnya.
Lebih lanjut, Didi mengatakan bahwa FEB UGM terus memperkuat lingkungan kampus yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas termasuk pengadaan 2 lift prioritas, toilet ramah difabel, ramp difabel, dan adopsi universal design bagi fasilitas di lingkungan fakultas. “Pengembangan ini merupakan komitmen fakultas untuk memberi akses bagi seluruh sivitas akademika dalam belajar, mengajar, bekerja, dan berkarya sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembelajaran pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
FEB UGM terus memperkuat tata kelola institusi sebagai fondasi dalam menjaga kepercayaan seluruh pemangku kepentingan. Penguatan tata kelola juga dilakukan melalui digitalisasi dalam berbagai proses dan layanan. “Segala capaian tersebut tidak hanya hasil kerja individu dan bukan hasil kerja setahun semata. Semua adalah akumulasi kerja keras dari pendahulu yang telah meletakkan dasar kokoh bagi fakultas selama 71 tahun dalam berkontribusi untuk ilmu pengetahuan dan keadaban serta membawa manfaat bagi masyarakat,” ungkap Didi
Pada kesempatan ini, Guru Besar Departemen Akuntansi FEB UGM, Prof., Dr., Slamet Sugiri, M.B.A., memaparkan orasi ilmiah bertajuk ‘Sebatas Tahu tentang Akuntansi Syariah’. Kajian filosofis menunjukkan bahwa akuntansi syariah memiliki kekhasan ontologis pada objek transaksi dan pelaporannya, kekhasan epistemologis pada penggunaan rasionalitas, bukti empiris, konsensus profesional, serta al-quran dan sunnah sebagai sumber normatif, dan kekhasan aksiologis pada orientasi amanah, keadilan kemaslahatan dan falah. “Standar akuntansi syariah tidak hanya mengatur teknik pengakuan dan pengukuran, tetapi juga memperhatikan substansi akad, hak dan kewajiban para pihak, kepatuhan amanah dan fungsi sosial,” ungkap Slamet.
Ia menambahkan bahwa akuntansi syariah memiliki identitas keilmuan sendiri dalam rumpun ilmu akuntansi dan patut dikembangkan serta diajarkan dalam perguruan tinggi untuk menyumbang pencapaian tujuan pendidikan nasional UGM dan FEB UGM untuk menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten dan berintegritas berintegritas moral yang tinggi.
Penulis: Jesi
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Firsto
