Universitas Gadjah Mada meraih peringkat 21 dunia dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings 2026, naik lima peringkat dari posisi 26 pada 2025. Capaian tersebut diraih di tengah partisipasi 2.016 perguruan tinggi dari 105 negara yang mengikuti pemeringkatan tahun ini. Peningkatan peringkat tersebut menunjukkan konsistensi UGM dalam mengembangkan pengelolaan kampus berkelanjutan melalui berbagai aspek, mulai dari tata ruang dan infrastruktur hingga pendidikan, riset, serta konservasi.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., mengatakan capaian tersebut menjadi gambaran dari upaya UGM mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam pengelolaan kawasan kampus dan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi. Menurutnya, pengembangan kampus berkelanjutan perlu didukung oleh pengelolaan ruang, infrastruktur, fasilitas sivitas universitas, serta program pendidikan, penelitian, dan konservasi yang berjalan secara berkelanjutan. “Capaian UGM dalam UI GreenMetric 2026 menunjukkan komitmen untuk terus mengembangkan kampus yang berkelanjutan melalui pengelolaan ruang, infrastruktur, pendidikan, penelitian, dan konservasi yang terintegrasi,” jelasnya, Kamis (8/10).
Salah satu capaian menonjol UGM terdapat pada indikator Penataan Ruang dan Infrastruktur dengan posisi tiga besar dunia. Dari total kawasan seluas 29.114.952 meter persegi yang dimiliki oleh UGM 97,8 persen merupakan area terbuka. Pengelolaan kawasan UGM juga mengintegrasikan ruang akademik dengan hutan pendidikan, arboretum, dan living laboratory termasuk area hutan yang mencakup 47,81 persen dari total luas kawasan UGM. Ruang hijau tersebut dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta konservasi lingkungan. “Pengelolaan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya UGM menghubungkan fungsi ekologis kawasan dengan tridharma perguruan tinggi melalui pengembangan infrastruktur berkelanjutan,” ujar Arief.

Pada bidang konservasi, UGM mengembangkan sejumlah program di Wanagama Eco-Edu Forest, Wanagama Nusantara, PIAT, dan kawasan kampus utama. Program tersebut antara lain rehabilitasi lahan karst, penanaman bambu untuk mendukung konservasi air, pengembangan koloni lebah, edukasi dan penelitian burung, restorasi hutan hujan menggunakan spesies asli, pemantauan fauna dengan camera trap dan soundscape, serta pelestarian plasma nutfah melalui Gene Bank.
Komitmen keberlanjutan juga diterapkan melalui pengembangan kampus yang inklusif. UGM menyediakan berbagai fasilitas bagi penyandang disabilitas dan individu berkebutuhan khusus. Program penguatan fasilitas difabel yang diterapkan UGM didukung oleh Unit Layanan Disabilitas. Upaya untuk menciptakan kampus sehat, aman, dan difable friendly juga menjamin peningkatan wellbeing seluruh sivitas akademika termasuk ketersediaan fasilitas kesehatan dan kesejahteraan. Berbagai fasilitas tersebut diantaranya fasilitas daycare, Klinik GMC dan Rumah Sakit Akademik UGM, dan Unit Konsultasi Psikologi UGM.
Dari sisi keamanan dan keselamatan, pengelolaan kampus berada di bawah koordinasi Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L), didukung dengan beberapa fasilitas pemantauan, layanan call center dan layanan kondisi darurat. Penanganan diupayakan dengan menerapkan SOP respons cepat di mana petugas tiba di lokasi maksimal lima menit setelah laporan kejadian dikonfirmasi. Pos K5L tersebar di berbagai klaster kampus dan beroperasi bersama personel serta stasiun pemadam kebakaran selama 24 jam.
Di tingkat nasional, UGM mempertahankan posisi sebagai perguruan tinggi peringkat ketiga paling berkelanjutan di Indonesia. UGM juga meraih penghargaan khusus sebagai Perguruan Tinggi Berkelanjutan dalam Bidang Penataan Ruang dan Infrastruktur serta Perguruan Tinggi Berkelanjutan dalam Bidang Pendidikan dan Riset. Indra mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari proses berkelanjutan yang perlu terus dikembangkan melalui berbagai aspek pengelolaan universitas. “Capaian ini menjadi refleksi atas berbagai upaya yang telah dilakukan sekaligus pijakan bagi UGM untuk terus meningkatkan kinerja keberlanjutan di masa mendatang,” pungkasnya.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Donnie
