Sebanyak 150 mahasiswa asing dari tujuh institusi pendidikan tinggi di berbagai negara mengikuti Intercultural Competency, Innovation, and Entrepreneurship (INCiTE) Summer School Program 2026 di kampus UGM. Beberapa peserta berasal dari institusi terkemuka di dunia yakni University of Edinburgh, University of Sydney, University of Toronto, Nanyang Technological University, National University of Management Cambodia, dan CUBEL UK. Program kolaborasi internasional tersebut berlangsung pada 9–24 Juli 2026 ini dirancang untuk memperkuat kompetensi lintas budaya sekaligus menumbuhkan pola pikir kewirausahaan melalui pengalaman belajar yang komprehensif.
Pembukaan program dilaksanakan pada Kamis (9/7) di Mezzanine Student Centre, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Direktur Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM, Prof. Dr. Puji Astuti, menekankan pentingnya kolaborasi global dan penguatan pola pikir kewirausahaan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia saat ini. Melalui program ini, sambung Puji, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan belajar lintas negara secara optimal lewat program INCiTE Summer School 2026. “Melalui berbagai tantangan interaktif yang telah disediakan, para peserta diajak untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, dan pemecahan masalah,” kata Puji dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Senin (13/3).
Dikatakan Puji, sebelum mengikuti seremoni pembukaan, para peserta terlebih dahulu mengikuti INCiTE Quest, sebuah kegiatan eksplorasi kampus yang memperkenalkan lingkungan UGM sekaligus mengenalkan sejarah, budaya, dan karakter khas Yogyakarta. Rangkaian kegiatan pada hari pertama dilanjutkan dengan dua sesi Local Insight yang menghadirkan akademisi UGM untuk memperkenalkan sejarah modern Indonesia, budaya, politik, dan kehidupan masyarakat Indonesia.
Selanjutnya, peserta mengikuti kelas bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh Indonesian Culture and Language Learning Service (INCULS) sebagai bekal memahami bahasa dan budaya Indonesia sebelum masuk ke rangkaian program akademik lebih lanjut. Menjelang berakhirnya hari pertama, UGM menggelar Welcome Dinner di Westlake Resto & Resort. Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi peserta, perwakilan universitas mitra, dan panitia untuk membangun jejaring, mempererat hubungan antarinstitusi, serta menjalin persahabatan.
Selama lebih dari dua pekan, kata Puji, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan akademik yang disampaikan oleh dosen dari universitas-universitas mitra INCiTE maupun akademisi UGM. “Materi yang diberikan difokuskan pada pengembangan kompetensi lintas budaya, inovasi, dan kewirausahaan sebagai bekal menghadapi tantangan global,” jelasnya.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga dijadwalkan mengunjungi berbagai industri di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui kunjungan tersebut, harapannya, mereka dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai ekosistem kewirausahaan, praktik bisnis berkelanjutan, serta perkembangan industri kreatif lokal. Praktik langsung ke lapangan ini diharapkan dapat membantu peserta menghubungkan konsep akademik dengan kondisi di lapangan sekaligus memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai inovasi dan dinamika dunia usaha di Indonesia. “Di akhir program, seluruh peserta akan bekerja dalam kelompok yang terdiri atas peserta dari berbagai negara untuk mengembangkan dan mempresentasikan gagasan proyek inovatif,” pungkasnya.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : DKRG UGM
