Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim KKN-PPM UGM Pelita Nusantara mengampanyekan praktik slow fashion kepada ibu-ibu PKK Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN). Kampanye tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan kain ecoprint yang memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar lingkungan sebagai pewarna dan pembentuk motif. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Bukit Raya pada Senin (6/7) silam ini diikuti oleh 16 kader PKK yang antusias mengikuti materi sekaligus praktik pembuatan ecoprint. Upaya ini menjadi bagian dari edukasi mengenai gaya hidup berkelanjutan sekaligus pemanfaatan sumber daya lokal yang bernilai ekonomi. Langkah tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian terhadap industri fesyen yang lebih ramah lingkungan di tengah tingginya produksi limbah tekstil dunia.
United Nations Environment Programme (UNEP) mencatat sekitar 92 juta ton sampah tekstil dihasilkan setiap tahun, dengan lebih dari separuh bahan bakunya berupa poliester atau serat sintetis yang sulit terurai. Salah satu alternatif yang berkembang untuk mengurangi dampak tersebut adalah slow fashion, yakni konsep fesyen yang mengutamakan penggunaan material ramah lingkungan dan proses produksi yang lebih berkelanjutan. Dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan teknik ecoprint menggunakan kain berbahan serat alam yang dipadukan dengan daun-daun sebagai pembentuk motif dan pewarna alami. “Saya berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan bahwa sumber daya alam yang ada di sekitar ternyata memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang unik, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi,” tutur Annisa Attaya Zahra, mahasiswa Program Studi Sosiologi UGM sekaligus penggagas kegiatan.

Menurut Annisa, keterampilan membuat ecoprint diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu produk khas yang dikelola oleh ibu-ibu PKK Desa Bukit Raya. Selama pelatihan, peserta mempraktikkan secara langsung setiap tahapan pembuatan ecoprint, mulai dari menyusun daun di atas kain hingga proses pengukusan untuk menghasilkan motif alami. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi sebagian besar peserta yang sebelumnya belum pernah mengenal teknik ecoprint maupun peluang pengembangannya sebagai produk kreatif berbasis potensi lokal.
Salah seorang kader PKK Desa Bukit Raya, Judwariyati, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat. Menurutnya, sebagian besar peserta sebelumnya belum pernah melihat secara langsung proses pembuatan ecoprint, bahkan belum mengenal produk tersebut. Ia menilai ecoprint berpotensi dikembangkan sebagai salah satu produk UMKM yang dapat menambah nilai ekonomi bagi ibu-ibu PKK Desa Bukit Raya. Kehadiran mahasiswa KKN UGM juga dinilai membuka wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan sumber daya alam di sekitar mereka. “Semoga anak-anak KKN UGM bisa memberikan edukasi baik ecoprint ataupun yang lain kepada masyarakat Bukit Raya,” pungkasnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN UGM berharap masyarakat semakin mengenal konsep slow fashion sebagai salah satu upaya mengurangi dampak lingkungan dari industri fesyen. Pemanfaatan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar desa diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai produk kreatif berbasis potensi lokal. Selain mendukung pelestarian lingkungan, ecoprint juga berpeluang menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis kerajinan. Pendampingan kepada masyarakat diharapkan terus berlanjut agar keterampilan yang telah diperoleh dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengabdian mahasiswa KKN UGM tidak hanya memperkenalkan inovasi ramah lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi kreatif.
Reportase: Rajendra Arya
Penulis: Triya Andriyani
