Sebanyak 2.500 pelari ikut menyemarakkan Run n Shine pada di Kampus UGM, Minggu (20/9). Mengusung konsep 5K yang mencakup Kampus, Komunitas, Keraton, Kampung, dan Korporasi, agenda lari ini melibatkan berbagai lapisan masyarakat untuk berkolaborasi menghadirkan pengalaman berlari yang tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga reflektif.
Kegiatan olahraga lari yang diselenggarakan oleh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) dan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM ini terbagi dalam dua kategori, yakni 5K dan 10K. Dalam kegiatan tersebut, peserta berkesempatan memperoleh hadiah utama berupa paket perjalanan ke Turki bagi kategori 5K dan paket umrah bagi kategori 10K. Selain itu, penyelenggara juga memberikan hadiah perjalanan ke Thailand bagi peserta dengan kostum terbaik sepanjang pelaksanaan acara. Tak hanya doorprize atau hadiah yang diberikan, di sesi hiburan, Run n Shine juga menghadirkan Barasuara sebagai bintang tamu.
Divisi Program GIK UGM sekaligus Koordinator Volunteer Run n Shine, Ilham, menjelaskan bahwa konsep 5K menjadi upaya penyelenggara untuk mempertemukan berbagai unsur yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Yogyakarta. Konsep tersebut mencakup Keraton, Kampus, Korporasi, Komunitas, dan Kampung yang dihadirkan secara terpadu dalam rangkaian kegiatan. “Jadi semua unsur dari keraton, kampus, kampung, komunitas, dan korporat itu jadi satu di Run n Shine ini. Semua bersinergi, semua guyub bareng, dan semua mensukseskan acara Run n Shine ini,” ujar Ilham.
Penerapan konsep tersebut terlihat dari keterlibatan berbagai komunitas dalam penyelenggaraan acara. Penyelenggara mengundang komunitas lari serta komunitas seni dan tari untuk turut meramaikan jalur lari 5K dan 10K. Unsur kampung juga dihadirkan melalui rute yang melewati sejumlah kawasan permukiman serta keterlibatan warga dalam memberikan dukungan kepada para peserta.
Selain itu, rute lari dirancang dengan melewati sejumlah landmark yang menjadi bagian dari identitas Yogyakarta. Pelaksanaan kegiatan di lingkungan kampus turut merepresentasikan unsur kampus, sementara keterlibatan berbagai korporasi sebagai mitra pendukung melengkapi penerapan konsep 5K dalam acara tersebut. Ke depan, Ilham berharap Run n Shine dapat memadukan aktivitas olahraga dengan wisata, seni, dan akademik. Ia juga berharap kelima unsur yang diangkat dalam konsep acara dapat terus bersinergi sehingga Run n Shine dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat Yogyakarta, khususnya mahasiswa dan komunitas lari.
“Harapannya kultur lari itu bisa dipadukan dengan wisata, dengan seni juga, dan juga dengan akademik. Jadi ada lingkungan, ada unsur-unsur yang mungkin baru juga dan harapannya kelima unsur itu juga terus bersinergi dan event ini bisa menjadi event tahunan yang ditunggu sama warga Jogja,” tutur Ilham.
Ketua Pengurus Pusat Kagama, Basuki Hadimuljono, menilai penyelenggaraan Run n Shine menjadi salah satu cara Kagama menerjemahkan semangat kebersamaan ke dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya, setiap kegiatan yang digelar Kagama pada dasarnya diarahkan untuk memperkuat rasa kebersamaan sekaligus memberikan manfaat bagi sesama. “Seperti halnya kegiatan apa pun bagi Kagama, tujuannya hanya satu, guyub, rukun, migunani,” katanya.
Lebih lanjut, Basuki memandang olahraga memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar aktivitas untuk menjaga kebugaran tubuh. Ia berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti Run n Shine dapat memberikan suasana positif dan membuat mereka membawa pulang kebahagiaan setelah menyelesaikan kegiatan.”Guyub, rukun, migunani itu tujuannya adalah kebahagiaan. Enggak ada gunanya guyub, enggak ada gunanya rukun kalau tidak migunani. Tidak mungkin migunani kalau kita enggak rukun, enggak guyub,” katanya.
Basuki juga menyebut Run n Shine sebagai salah satu wadah untuk mempertahankan semangat tersebut secara berkelanjutan. Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta pada penyelenggaraan berikutnya. “Ini merupakan event tahunan yang sangat luar biasa. Tahun ini lebih dari 2.500 orang peserta, baik 10 kilometer maupun 5 kilometer. Mudah-mudahan ke depan nanti lebih banyak lagi,” ujarnya.
Salah satu peserta kategori 10K, Teddy, menyelesaikan lomba dalam waktu 47 menit. Bagi Teddy, Run n Shine menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang lari setelah selama ini menjalani latihan secara rutin. Ia menyebut suasana perlombaan terasa menyenangkan, terlebih karena dapat merasakan langsung atmosfer kompetisi yang sebelumnya hanya dipersiapkan melalui sesi latihan.
Dalam persiapannya, Teddy menjalani latihan dengan jarak 70 kilometer per minggu. Menjelang perlombaan, volume latihan tersebut dikurangi menjadi sekitar 30 kilometer sebagai bagian dari masa tapering untuk menjaga kondisi tubuh dan mempersiapkan performa saat perlombaan. Persiapan tersebut membantunya mencapai target waktu yang telah ditetapkan. “Seru ya, karena ini juga event debut bagi saya. Selama ini kan saya cuma latihan doang, tapi belum pernah kayak langsung ikuti ke event gitu,” pungkas Teddy.
Penulis : Zabrina Kumara
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Jesi
