Sebanyak 15 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Peduli Bencana UGM telah kembali ke kampus usai menyelesaikan pengabdian di Kecamatan Wai Rii, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama 30 hari, terhitung sejak 23 September hingga 23 Oktober 2026. Para mahasiswa yang tengah menjalani pendidikan profesi dokter tersebut telah melaksanakan berbagai program untuk mendukung pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat terdampak bencana.
Salah satu perwakilan mahasiswa, Dimas Satya, bercerita tim yang diberangkatkan ke lokasi terdiri dari 15 mahasiswa dibagi ke dalam dua sub-unit yang masing-masing ditempatkan di Puskesmas Wae Rii dan Puskesmas Watu Alo. Dalam pelaksanaannya, tim menjalankan berbagai program yang berfokus pada pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, mitigasi bencana, serta pendidikan masyarakat. “Selama 30 hari pengabdian, kedua sub-unit berhasil merampungkan total 75 program kerja,” kata Dimas saat audiensi dengan Rektor UGM di Gedung Pusat UGM, Selasa (3/11). .
Di bidang pelayanan kesehatan, Dimas menjelaskan bahwa tim telah melakukan edukasi kesehatan dan membantu pelayanan di puskesmas sesuai dengan kompetensi serta kewenangan pendidikan profesi dokter. “Kami telah melakukan berbagai program, di antaranya mencakup edukasi kesehatan ibu dan anak, pemeriksaan serta pemantauan penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, hingga edukasi mengenai penyakit menular yang banyak ditemukan di wilayah terdampak,” paparnya.
Dimas menambahkan, selain pelayanan kesehatan fisik, tim juga memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya. “Layanan dilakukan melalui kegiatan edukasi, pendampingan, serta penyaluran donasi yang dihimpun untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Lebih jauh, Dimas menambahkan, pihaknya juga melaksanakan program edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bencana yang bisa terjadi kapan saja, bahkan tim juga melaksanakan program mitigasi bencana melalui edukasi dan simulasi kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut mencakup pengenalan jalur evakuasi, penentuan titik kumpul, serta simulasi menghadapi potensi bencana. “Program ini penting dilakukan demi meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana kembali terjadi,” ujarnya.
Di akhir laporannya, Dimas menyampaikan bahwa pelaksanaan program kerja tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi tim untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan di bidang kesehatan. “Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana beradaptasi dengan lingkungan masyarakat dan memberikan solusi ketika mereka membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Menanggapi laporan tersebut, Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan mahasiswa dalam misi kemanusiaan tersebut. Ia menilai keputusan mahasiswa untuk terjun langsung membantu masyarakat terdampak bencana merupakan langkah luar biasa yang sudah barang pasti membutuhkan perjuangan dan komitmen. “Satu kata, bangga. Tidak semua orang mau ikut, ini adalah suatu hal yang penuh perjuangan dan tantangan. Pilihan adik-adik adalah pilihan yang tepat,” ujar Ova.
Bagi Ova, pengalaman selama KKN Peduli Bencana tentu menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan empati dan memahami peran dokter dalam melayani masyarakat. Ia berpendapat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan di rumah sakit, tetapi juga perlu menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan secara langsung. “Semoga ini menjadi pelajaran dan pengalaman yang akan memandu kalian menjadi dokter-dokter hebat di masa depan,” harapnya.
Direktur Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM, Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Peduli Bencana telah memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami kondisi masyarakat pascabencana. Adapun pengalaman tersebut, sambung Rustamaji, menjadi pelajaran penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. “KKN bencana ini menjadi bagian untuk memperkuat layanan kesehatan bersama tim dari kampus,” pungkasnya.
Penulis : Agito Sitepu
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
