Susu yang baik tidak lahir begitu saja di kandang. Keamanannya dimulai dari pakan yang tepat, kandang yang bersih, hingga cara memerah yang benar. Permasalahan ini umumnya dihadapi para peternak di lereng Merapi karena produktivitas susu sapi perah selama ini belum optimal akibat manajemen pakan yang belum memenuhi kebutuhan nutrisi harian ternak, khususnya unsur mineral yang mendukung metabolisme dan produksi susu.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM dan Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya), dan Pemerintah Kalurahan Hargobinangun melakukan pelatihan bagi Kelompok Peternak Boyong Sari Mulya untuk mendampingi penerapan teknologi pakan fungsional multinutrien dengan suplementasi mineral berbasis serbuk cangkang kerang dara guna meningkatkan kualitas ransum dan produktivitas sapi.
Seperti diketahui, cangkang kerang darah adalah bagian keras luar dari kerang darah (Tegillarca granosa atau Anadara granosa) yang berfungsi melindungi tubuh lunak hewan tersebut. Cangkangnya mengandung senyawa kalsium karbonat (CaCO₃) serta kalsium oksida (CaO).
Guru Besar FKH UGM Prof. drh. Sarmin mengatakan kualitas dan keamanan susu di tingkat peternak umumnya belum berjalan konsisten akibat proses pemeliharaan, sanitasi kandang, kebersihan peralatan, serta proses pemerahan yang belum terstandar. Tim dari kedua universitas melakkan pendampingan untuk membimbing peternak menerapkan Good Dairy Farming Practices (GDFP) secara menyeluruh. “Melalui kebijakan tata kelola ini, peternak diajak memahami bahwa teknik pemerahan yang benar bukan sekadar mengeluarkan susu, melainkan juga menekan risiko penyakit mastitis, mencegah luka pada puting sapi, dan memastikan susu yang abnormal tidak mencemari tangki pelindung,” kata Sarmin dalam keterangan yang dikirim Rabu (4/11).
Sarmin menuturkan pihaknya juga mengenalkan pakan fungsioanl yang mengambil bahan bahan baku dari limbah cangkang kerang untuk meningkatkan kualitas ransum dan produktivitas sapi. “Pangan fungsional ini kita harapkan bisa meningkatkan produktivitas susu sapi,” jelasnya.

Ketua Kelompok Peternak Boyong Sari Mulya, Wahyudi, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan sehingga bisa memberikan solusi nyata atas berbagai kendala teknis yang dihadapi peternak di lapangan. Ia berharap pelatihan semacam ini bisa berkelanjutan dengan pendampingan lebih lanjut bagi kelompok kami, baik dalam hal pemantauan kesehatan ternak, peningkatan produksi, hingga pengolahan susu sapi. “Semoga program ini juga dapat melibatkan kelompok peternak lain di wilayah Sleman untuk semakin memperkuat ketahanan pangan lokal, ” ujar Wahyudi.
Ketua tim pelaksana dari Unjaya yang diketuai oleh Mitsalina Fildzah Arifah, mengatakan program ini terlaksana atas dukungan pendanaan program Kosabangsa 2026 dari Kemdiktisaintek RI. Melalui pendampingan ini, peternak Hargobinangun diharapkan mampu memanfaatkan potensi lokal untuk menghasilkan susu yang aman dan berkualitas, sekaligus memperkuat fondasi Hargobinangun sebagai kawasan Smart Agroedu-Tourism yang berkelanjutan.
Dalam pelatihan, melibatkan beberapa anggota tim meliputyi tim pelaksana dari Unjaya yang diketuai oleh Mitsalina Fildzah Arifah, bersama anggota Wina Driyan Pradana, S.E. , M.M., dan Ebedia Hilda Am, S.Kom ., M.Eng . Sementara itu, pendalaman materi dan penguatan teknis didukung penuh oleh tim pendamping pakar dari UGM yang terdiri dari Prof. Dr. drh. Soedarmanto Indarjulianto , Prof.Dr.drh . Sarmin , M.P. dari FKH UGM serta Prof. Dr. Ir. Supriyadi., M.Sc., dari FTP UGM.
Penulis : Adinda Putri Rahma
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Magnific, Wikipedia dan Dok. Tim
