Tim Jembo Cable Bimasakti Racing Team Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi gemilang di Formula SAE Italy 2026. Setelah dua tahun melakukan penelitian dan pengembangan, mobil Formula Student Hybrid terbaru tim Bimasakti, BM-15H, akhirnya turun ke lintasan dalam ajang Formula SAE Italy 2026 pada 2–6 September lalu di Sirkuit Autodromo Riccardo Paletti, Varano de’ Melegari. Mobil formula BM-15H menjadi satu-satunya perwakilan dari indonesia yang mengikuti ajang tersebut.
Pada ajang tersebut, Jembo Cable Bimasakti Racing Team menempati posisi 5 secara keseluruhan di Class 1CV pada ajang Formula SAE Italy 2026, prestasi keseluruhan tertinggi tim tersebut sepanjang sejarahnya. Di kategori static event, Jembo Cable Bima Sakti Racing Team mempertahankan keunggulannya dengan meraih peringkat 2 dalam Business Plan Presentation, peringkat 4 dalam Engineering Design Presentation, dan peringkat 6 dalam Cost & Manufacturing.
Selain itu, Jembo Cable Bimasakti Racing Team berhasil finis di peringkat 4 untuk Endurance & Efficiency, Peringkat 4 untuk Skidpad, peringkat 5 untuk Autocross, serta peringkat 5 untuk Acceleration. Pencapaian ini menetapkan standar baru bagi performa Bimasakti serta kemampuan tim untuk bersaing di level yang semakin tinggi di kancah global.
Bramastya Maheranta selaku ketua tim menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan bukti dari komitmen, kegigihan, dan kecintaan mahasiswa terhadap kreativitas. Mereka berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi buatan Indonesia dengan berkreasi dan berinovasi. “Inovasi hybrid terbaru tim ini dilakukan dengan ketelitian teknik, tekad bersama, dan banyak pelajaran berharga. Berkat usaha tersebut kami berhasil menorehkan prestasi terbaik secara menyeluruh selama berlomba di Eropa,” ujarnya dalam keterangan yang dikirim Rabu (16/9).
Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos.,M.Si., turut mengapresiasi pencapaian yang diraih Jembo Cable Bimasakti Racing Team. Prestasi ini merupakan kerja keras inovasi mahasiswa dan dosen pembimbing yang berulang. Hasil kreativitas mahasiswa dipadukan dengan mentoring dari pembina menjadi kunci sukses hal tersebut. “UGM selalu senantiasa mendorong inovasi dan kreatifitas mahasiswa agar terus berkembang. Model-model pembinaan yang intens dan berkelanjutan tentunya akan menjadi role model di dalam pengembangan prestasi dan inovasi mahasiswa,” ungkap Hempri.
Prestasi ini tidak hanya menunjukkan kerja keras yang dilakukan oleh para mahasiswa, tetapi juga membanggakan bagi UGM dan Indonesia, sekaligus memperlihatkan bagaimana generasi muda Indonesia mampu menciptakan inovasi yang berdampak ke skala global.
Penulis: Jesi
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Dok. Tim Bimasakti
