Universitas Gadjah Mada terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui pengelolaan kawasan Wanagama Nusantara dan pemanfaatan Gedung Institute for Future Life (IFL) yang diserah kelolakan oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Penguatan sinergi tersebut ditandai melalui audiensi antara Kepala OIKN, Dr. (H.C.) Ir. H. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc., Ph.D., dan Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., di Kantor OIKN, Jumat (5/6). Dalam pertemuan tersebut, OIKN secara resmi menyerahkan pengelolaan Gedung IFL kepada UGM. Audiensi juga menjadi forum penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta pembahasan rencana penyelenggaraan program pascasarjana UGM di IKN.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan Gedung IFL akan dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan akademik yang mendukung pendidikan, penelitian, diskusi ilmiah, pelatihan, serta berbagai program pengabdian kepada masyarakat. “Keberadaan fasilitas ini diharapkan memperkuat peran UGM dalam pengembangan sumber daya manusia, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan IKN,” kata Rektor, Senin (8/6).
Selain mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Gedung IFL juga diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan program pascasarjana UGM di Nusantara. Kehadiran program tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi dan riset sekaligus mendukung kebutuhan talenta dan kepemimpinan masa depan bagi pembangunan IKN.
Dalam audiensi tersebut, kata Rektor, kedua pihak turut membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, inovasi teknologi, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan. Berbagai inisiatif tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan IKN sebagai kota masa depan yang mengintegrasikan kemajuan teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. “Kolaborasi ini menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, pendidikan, dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang Nusantara,” ujarnya.
Menurut Rektor, Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya bersama UGM dan OIKN dalam membangun ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi yang mendukung terwujudnya IKN sebagai Smart Forest City. “Kehadiran UGM di Nusantara sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ibu kota negara yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan,” terangnya.
Seperti diketahui, Wanagama Nusantara yang berada di kawasan IKN dikelola UGM sebagai laboratorium alam untuk pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berfokus pada pengelolaan lingkungan, kehutanan, konservasi biodiversitas, serta pembangunan berkelanjutan.Melalui pengelolaan Wanagama Nusantara, UGM dan OIKN berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam mendukung terwujudnya IKN sebagai Smart Forest City sekaligus ibu kota negara yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.
Penulis : Jelita Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. OIKN
