Di rumah sederhana yang berdiri di atas tanah kas desa seluas 80 meter persegi di wilayah Sendowo, Mlati, Sleman, Muhammad Novareza Sayyid Pratama (19) tinggal bersama kedua kakek dan neneknya beserta dua anggota keluarga lainnya. Sejak kecil, pasca perceraian kedua orang tuanya, Reza diasuh dan dibesarkan oleh kedua kakek dan neneknya. Sang kakek, Surono (69), bekerja sebagai tukang parkir. Sedangkan sang nenek, Amin Juminem (69), bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) dengan upah sekitar Rp 600.000 per bulan.
Ditengah keterbatasan ini, tidak menjadi hambatan bagi Reza untuk menempuh pendidikan dan menggapai mimpinya untuk bisa melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Beruntung, sedari di bangku Sekolah Dasar hingga SMA, Reza selalu berprestasi di kelas. “Sejak SMP saya langganan masuk peringkat 1,” tuturnya, Jumat (12/6).
Remaja yang memiliki hobi membaca buku fiksi ini mengaku selalu mendapat dukungan penuh dari neneknya yang selalu mengusahakan kebutuhan pendidikannya. “Saya percaya karena Reza anaknya pintar, jadi pasti dia nanti akan mudah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi,” ungkap nenek Amin.
Perjuangan yang dilalui Reza tidaklah mudah, bahkan untuk terus mendukung pendidikan, nenek Amin tidak jarang mengandalkan pinjaman uang arisan. “Yang penting kebutuhan sekolah Reza bisa terpenuhi dulu, nanti uang pinjaman bisa dicicil,” kenang nenek Amin.
Meskipun hanya lulusan SD, ia optimis dan terus memberi semangat cucunya untuk terus belajar. “Kadang kalau Reza pulang malam setelah kegiatan sekolah, saya tetap menemani Reza untuk belajar,” ceritanya.
Karena uang saku yang terbatas, nenek Amin mengaku setiap hari Reza selalu membawa bekal makan siang untuk disantap di sekolah. “Kadang kalau di ada kegiatan sekolah dan pulang malam, saya bawa bekal 2 untuk dimakan siang dan sore,” timpal Reza.
Usaha tidak pernah menghianati hasil. Perjuangan Reza untuk menggapai mimpinya tercapai dengan diterima menjadi mahasiswa baru Program Studi S1 Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Tidak hanya lulus tanpa tes, Reza juga menerima beasiswa UKT Pendidikan unggul bersubsidi 100% atau kuliah gratis di UGM.
Dibalik keberhasilannya bisa kuliah di kampus favorit, diakui Reza tidak lepas dari usaha keras, motivasi dan dukungan dari keluarga terutama dari sang nenek. “Nenek sosok pengganti ibu saya karena sedari kecil saya dibesarkan oleh nenek, meskipun di tengah keterbatasan nenek selalu mengusahakan kebutuhan saya,” tutur Reza.
Untuk remaja sebayanya yang tengah berjuang untuk mendapatkan pendidikan tinggi terbaik, Reza berpesan untuk selalu memperjuangkan mimpinya, meski di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. “Buat teman-teman tetap semangat ya, karena rezeki tidak ada yang tahu. Mungkin di tengah keterbatasan finansial berusahalah mencari beasiswa di luar itu ada banyak,” pungkasnya.
Penulis : Jelita Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Jesi dan Dok. Reza
