Universitas Gadjah Mada kembali menggelar Wisuda Program Pascasarjana hari kedua di Grha Sabha Pramana, Kamis (23/4). Sebanyak 789 dari 1.663 lulusan Program Pascasarjana yang diwisuda selama dua hari berturut-turut.
Rektor UGM Prof Ova Emilia mengucapkan kepada para wisudawan yang yang telah berproses dengan sangat baik dalam menuntaskan pendidikan di kampus UGM. Ia juga mengapresiasi kepada keluarga dan seluruh pihak yang senantiasa mendukung serta mendampingi pendidikan para wisudawan hingga ke jenjang kelulusan ini.
Ova menambahkan wisudawan hari ini telah resmi menjadi bagian dari KAGAMA, oleh karenanya Ova meminta para wisudawan untuk tetap menjaga nama baik almamater maupun martabat dan moralitas pengetahuan, serta integritas profesi dalam berkarya “Semoga seluruh lulusan UGM yang diwisuda hari ini senantiasa tekun mengembangkan dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi bangsa,” jelasnya.
Wakil Ketua Umum PP KAGAMA, Prof. Dr. Drs. Paripurna P.Sugarda, S.H., M.Hum, L.L.M., menyampaikan bahwa gelar yang diperoleh para wisudawan tentu menciptakan ekspektasi masyarakat yang semakin besar. Oleh karena itu, Paripurna meminta para wisudawan yang akan menjadi anggota KAGAMA agar dapat senantiasa membantu masyarakat, berbakti untuk negeri. Melalui jargon KAGAMA “Guyub, Rukun, Migunani” yang memiliki masing-masing memiliki arti saling membantu, meminimalisir perbedaan pendapat, dan berguna masyarakat, Paripurna menegaskan hal tersebut yang harus dimiliki oleh para KAGAMA di kemudian hari. “Begitu teman-teman kembali ke daerah masing-masing dan menyandang status anggota KAGAMA, maka rasakan, teman-teman akan disukai sekaligus di waktu yang sama akan diminta banyak membantu masyarakat,” terangnya.
Perwakilan dari wisudawan, Agung Giri Samudra, dari Program Doktor Fakultas Farmasi, menyampaikan rasa syukur dan menegaskan sebagai lulusan UGM, para wisudawan tidak hanya membawa gelar, tetapi cara berpikir, untuk tidak langsung percaya tanpa memahami, cara untuk tidak menyederhanakan sesuatu yang kompleks, dan cara untuk tetap jujur bahkan untuk lebih mudah untuk tidak jujur. “Kita tidak harus selalu tahu arah sejak awal, namun kita harus jujur di setiap langkah yang kita ambil,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Agung berharap sebagai alumni UGM dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, menjaga nama baik almamater, serta terus belajar dan berkembang di mana pun berada. Ia pun menginginkan nilai-nilai yang ditanamkan di UGM, yaitu integritas, kejujuran, dan semangat pengabdian, dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia juga mengajak para wisudawan untuk tetap menjaga silaturahmi dan terus membawa nama baik almamater. “Hari ini bukan hanya tentang kita telah selesai, tetapi tentang kita telah cukup siap untuk menghadapi dunia yang tidak pernah benar-benar selesai,” tutupnya.
Penulis : Fatihah Salwa Rasyid
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
