Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada Unit Mapai Pangandaran melaksanakan program pemberdayaan pelaku UMKM melalui digitalisasi promosi usaha lewat optimalisasi google maps di Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan Google Maps sebagai media promosi digital yang mampu meningkatkan visibilitas usaha mereka.
Renata Satriatama Ranukumbolo, anggota tim mahasiswa KKN dari prodi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM mengatakan sasaran kegiatan adalah ibu-ibu PKK Desa Batukaras yang berperan sebagai kader masyarakat sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada pelaku UMKM di lingkungan masing-masing. “Pendekatan kaderisasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi sekaligus menjaga keberlanjutan program setelah kegiatan KKN berakhir,” kata Renata, Senin (7/7).
Ia menjelaskan bahwa Google Maps dipilihnya karena merupakan salah satu platform digital yang mudah diakses namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh banyak pelaku UMKM. Melalui program ini, tim KKN ingin menunjukkan bahwa digitalisasi dapat dimulai dari langkah yang sederhana, yaitu memastikan usaha memiliki identitas digital yang mudah ditemukan oleh masyarakat. “Dengan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai kader, kami berharap pengetahuan ini dapat diteruskan kepada lebih banyak pelaku UMKM,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan diawali dengan pemaparan mengenai pentingnya identitas digital bagi pelaku usaha, dilanjutkan dengan pendampingan praktik penggunaan Google Maps, mulai dari pendaftaran lokasi usaha, melengkapi informasi bisnis, menentukan kategori usaha, mengunggah foto, hingga memperbarui informasi operasional. “Materi disampaikan secara interaktif melalui simulasi langsung sehingga peserta dapat memahami setiap tahapan dan diharapkan mampu mendampingi pelaku UMKM lain dalam mengoptimalkan Google Maps sebagai media promosi usaha,” jelasnya.
Salah satu peserta kegiatan, Ibu Laksmini, selaku anggota PKK Desa Batukaras, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan mudah dipahami dan memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan Google Maps untuk mendukung promosi usaha. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami jadi mengetahui cara mendaftarkan lokasi usaha di Google Maps dan melengkapi informasi usaha agar lebih mudah ditemukan masyarakat maupun wisatawan. Harapannya, ilmu yang kami peroleh dapat kami bagikan kembali kepada pelaku UMKM lainnya sehingga semakin banyak usaha di Desa Batukaras yang memanfaatkan Google Maps sebagai sarana promosi,” ungkapnya.
Sebagai bentuk inovasi sekaligus upaya menjaga keberlanjutan program, mahasiswa KKN-PPM UGM juga mengembangkan panduan interaktif berbasis website yang dapat diakses melalui laman Digitalisasi UMKM Batukaras. Website tersebut menyajikan panduan langkah demi langkah untuk membuat dan mengelola profil usaha di Google Maps, disertai ilustrasi dan penjelasan yang mudah dipahami. “Kehadiran media belajar digital ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh kader PKK maupun pelaku UMKM sebagai referensi mandiri setelah kegiatan sosialisasi selesai dilaksanakan,” ujarnya.
Renata berharap semakin banyak pelaku UMKM di Desa Batukaras memiliki identitas digital sehingga lebih mudah ditemukan oleh masyarakat maupun wisatawan. Sinergi antara pendampingan langsung, peran ibu-ibu PKK sebagai kader, dan panduan interaktif berbasis website diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat transformasi digital UMKM sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Reportase : Annisa Herdiana Putri
Penulis : Leony
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Tim KKN Unit Mapai Pangandaran
