Kehadiran mahasiswa KKN mengabdi di daerahbukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik, namun mengabdikan diri untuk masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah mereka dapatkan dari kampus. Bahkan kehadiran mahasiswa menjadi momentum menumbuhkan dampak nyata ke masyarakat dengan mengangkat potensi lokal hingga ikut melestarikan budaya masyarakat setempat.
Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Manapak Mamuju bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat belum lama ini menyelenggarakan Festival Budaya Laskar Mamuju, Minggu (2/8). Rangkaian kegiatan yang bertajuk “Pijar Ragam Budaya, bersama Menapak Rasa.” Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 31 Juli hingga puncaknya pada 2 Agustus 2026. Rangkuman kegiatannya meliputi perlombaan permainan tradisional, bazar, layanan pemeriksaan kesehatan, serta pertunjukan seni budaya.
Mahasiswa KKN-PPM UGM Ihsania Salma, selaku Ketua Festival Budaya Laskar Mamuju, menjelaskan bahwa Festival Budaya Laskar Mamuju merupakan kegiatannya sebagai wadah untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan potensi budaya serta kearifan lokal. Ia menyebutkan festival ini hadir sebagai ruang kolaborasi antara masyarakat, pelaku UMKM, pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai elemen lainnya. “Pada hari puncak acara pembukaan pagi hari dihadiri sekitar 300 orang, termasuk tamu undangan, sementara malam puncak dihadiri hingga 600 orang peserta,” ujarnya Rabu (12/8).
Ihsania menjelaskan festival ini diharapkan menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus media promosi potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. Ia memaparkan kolaborasi berjalan baik antara KKN-PPM UGM, Kagama Sulawesi Barat Mamuju, Pemprov Sulbar dan Mamuju, serta pihak lainnya. Kemeriahan kegiatan juga menyertai kolaborasi program seperti Konsultasi Pencegahan Stunting, Pasar Murah, Pemeriksaan Kesehatan dan Gigi Gratis, Bazar UMKM, Rumah BUMN Mamuju, serta Open Booth BPJS Ketenagakerjaan.
Untuk meringankan beban ekonomi masyarakat, mahasiswa KKN UGM menggandeng Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan bazar Gerakan Pangan Murah (GPM) agar masyarakat dapat membeli bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan telur dengan harga di bawah harga pasar. “Pada Festival Budaya Laskar Mamuju, kehadiran GPM ini menjadi salah satu bentuk dukungan konkret pemerintah provinsi dalam membantu masyarakat dua desa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” katanya.
Muhammad Ridwan Djafar, mewakili Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Sulbar menyambut baik program kerja mahasiswa KKN-PPM UGM. Ia menekankan kehadiran KKN sebagai momentum menumbuhkan dampak nyata ke masyarakat bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik. “Atas semua pencapaian hari ini dan kelanjutannya nanti, kami dengan segala hormat menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak pemerintah serta seluruh masyarakat desa di wilayah Sumare dan Tapandullu atas penerimaan dan dukungan yang diberikan kepada junior kami,” pungkasnya di Lapangan Sumare.
Ridwan menuturkan festival ini menjadi bukti bahwa pengabdian masyarakat tidak selalu berkaitan dengan pembangunan fisik melainkan dapat dikemas melalui pekan raya. Menurutnya, Festival Laskar Mamuju ini membuka ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam melestarikan budaya. Kesempatan ini pula, sebutnya, menguatkan nilai gotong royong serta mengeratkan kebersamaan.
Melengkapi pengabdian dari berbagai program kerja serta festival, KKN-PPM UGM Manapak Mamuju turut melangsungkan audiensi di Kantor Gubernur Sulbar pada Senin (3/8). Ihsana menyebutkan Pemda memberikan apresiasi terhadap program-program yang telah tim laksanakan dari berbagai rumpun ilmu. “Mereka merasa bangga karena KKN kami dapat diterima dengan baik oleh masyarakat, dan mereka pun terbuka menerima masukan serta saran dari kami dalam melihat permasalahan secara riil di lapangan,” ujarnya.
Ihsana turut menyampaikan capaian yang diberikan apresiasi khusus seperti halnya pelestarian kawasan habitat burung maleo, termasuk upaya menghubungkan program dengan NGO terkait. Selain itu, kegiatan pencegahan stunting termasuk edukasi mengenai pemanfaatan ikan bergizi tinggi. Ia juga menyebutkan program pengecekan pH air pesisir untuk kelayakan konsumsi masyarakat. “Selain itu, penanganan anak putus sekolah, dengan hasil dua anak berhasil dikembalikan ke bangku sekolah, serta program pembersihan pantai dan penanaman mangrove,” ungkapnya.
Ihsana berharap program-program yang telah terlaksana dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan berkelanjutan kedepannya. Menurutnya, ilmu dan program dapat terus memberdayakan masyarakat, khususnya untuk program-program yang masih memerlukan pengawalan pemerintah, seperti Peraturan Desa (Perdes) tentang hewan ternak. Di bidang pendidikan, ia menyebutkan harapannya dalam keberhasilan mengembalikan beberapa anak ke sekolah sehingga menjadi motivasi bagi lainnya yang masih terkendala untuk melanjutkan pendidikan.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana mengapresiasi pengamatan mahasiswa KKN-PPM UGM terkait dengan persoalan yang ada di masyarakat setempat. Terlebih, mahasiswa KKN-PPM UGM juga turut memberikan edukasi dan berbagai program kerja dalam upaya menyeimbangkan persoalan ini. Sebab, Junda menggarisbawahi bahwa Desa Sumare dan Desa Tapandullu masih menghadapi berbagai tantangan. Ia menyebutkan seperti adanya kemiskinan, stunting, dan rendahnya akses pendidikan menjadi tiga isu utama. “Karena kemiskinan, kualitas kesehatan menjadi rendah. Ketika kesehatan dan kesejahteraan rendah, akses pendidikan juga menjadi terbatas. Tiga persoalan ini saling berkaitan dan harus diselesaikan secara bersama-sama,” sebutnya.
Lebih lanjut, Junda berpesan kepada mahasiswa pengabdian UGM ini untuk menyempurnakan hasil kajian dan rekomendasi sebagai catatan pemerintah ke depan. Ia menyebutkan rekomendasi yang relevan akan dipertimbangkan untuk pembangunan daerah. “Silakan dipertajam lagi rekomendasinya, kemudian serahkan kepada kami. Hal-hal yang perlu akan kami tindak lanjuti sebagai bagian dari upaya bersama membangun Sulawesi Barat yang lebih baik,” ucapnya.
Penulis : Hanifah
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Tim KKN UGM Mamuju
