Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat jejaring kemitraan dengan dunia industri melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama bersama PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID). Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Danang Sri Hadmoko, bersama Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk (SWID), Bogat Agus Riyono, di The Alana Yogyakarta Hotel and Convention Center.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas sinergi antara perguruan tinggi dan industri, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia, hilirisasi hasil riset, serta penciptaan manfaat langsung bagi sivitas akademika dan alumni UGM.
Wakil Rektor UGM, Danang Sri Hadmoko, menyampaikan apresiasi atas komitmen para alumni UGM yang kini berkiprah dan memimpin perusahaan nasional untuk terus berkontribusi kepada almamater. “Pak Hari dan Pak Bogat adalah tokoh alumni kebanggaan UGM yang sangat sukses berwirausaha. Kombinasi keahlian antara pertanian dan ekonomi ini menghasilkan karya-karya yang luar biasa. UGM sangat mengharapkan kontribusi mereka terus berkembang bagi kemajuan almamater dan masyarakat,” ujarnya, Rabu (4/6).
Menurut Danang, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas dalam bidang keberlanjutan dan ekonomi sirkular. “Kerja sama ini merupakan langkah awal menuju kolaborasi yang lebih komprehensif, khususnya dalam membangun ekosistem circular economy dan sustainability. UGM memiliki banyak hasil riset dan inovasi yang berpotensi untuk dihilirisasi sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Melalui kemitraan ini, berbagai produk inovasi pangan dan pertanian hasil penelitian UGM berpeluang masuk ke dalam rantai pasok industri perhotelan dan properti yang dikelola SWID. Pemanfaatan hasil riset tersebut diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan industri, tetapi juga memperkuat ekosistem hilirisasi inovasi di lingkungan kampus.
Selain mendukung hilirisasi riset, kerja sama ini juga menjadi sarana penguatan hubungan antara UGM dan dunia kerja. SWID membuka peluang bagi lulusan UGM untuk berkarier di berbagai sektor usaha yang dikelola perusahaan, mulai dari properti, perhotelan, hingga pengembangan bisnis lainnya. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen UGM untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui berbagai sektor industri.
Ke depan, UGM berharap kerja sama dengan SWID dapat berkembang menjadi berbagai program konkret yang memberikan manfaat bersama, mulai dari penguatan pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan kesejahteraan sivitas akademika dan alumni. Dengan sinergi antara perguruan tinggi dan industri, UGM terus mendorong terciptanya inovasi yang berdampak serta memperkuat peran universitas sebagai mitra strategis dalam pembangunan berkelanjutan.
Direktur Utama SWID, Bogat Agus Riyono, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KAFEGAMA, menyampaikan di era digital sekarang ini, SWID juga memanfaatkan kolaborasi ini untuk transformasi SDM melalui program rekrutmen manajerial. Pasalnya Masa depan SWID tak dapat dilepaskan dari keniscayaan perkembangan teknologi yang sudah tentu lebih dikuasai oleh para profesional muda. “Sebagai pusat pendidikan yang menghasilkan alumni yang kompeten, UGM merupakan sumber daya untuk dapat mengisi kebutuhan manajerial SWID,” ujarnya.
Melalui kemitraan ini, kata Bogat, UGM dan SWID akan menjajaki berbagai peluang kolaborasi, termasuk pemanfaatan produk-produk hasil riset dan inovasi UGM untuk mendukung kebutuhan layanan hotel dan properti yang dikelola SWID. “Kerja sama ini juga membuka peluang yang lebih luas bagi alumni UGM untuk berkarir dan berkontribusi di lingkungan perusahaan,” katanya.
Salah satu poin penting dalam kerja sama ini adalah komitmen SWID untuk mendukung pendidikan melalui program beasiswa. Perusahaan akan mengalokasikan dana sebesar 1 persen dari setiap transaksi pembelian unit properti maupun penggunaan fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di jaringan bisnis SWID. “Dana tersebut akan dihimpun dan disalurkan secara berkala untuk mendukung program beasiswa,” paparnya.
Selain itu, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, keluarga inti, serta alumni UGM akan memperoleh berbagai fasilitas khusus berupa potongan harga untuk layanan hotel maupun kepemilikan hunian yang berada dalam jaringan bisnis SWID.
Penulis : Jelita Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Kantor Alumni dan Dok. SWID
