Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada mendorong peningkatan kesehatan kerja petani melalui edukasi ergonomi, pemantauan lingkungan kerja, dan skrining kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menyasar 30 anggota Kelompok Tani Sido Dadi di Dusun Tompak, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada 19 dan 29 Agustus 2026 silam ini dilakukan melalui pertemuan kelompok serta pengamatan langsung di 13 lahan pertanian milik warga.
Kegiatan ini berangkat dari aktivitas bertani yang banyak mengandalkan kekuatan fisik. Posisi membungkuk, mengangkat beban dengan cara yang kurang tepat, membawa barang, serta gerakan berulang dapat meningkatkan risiko gangguan pada otot dan rangka apabila dilakukan terus-menerus. Karena itu, tim pengabdian mengajak petani memahami cara bekerja yang lebih ergonomis agar aktivitas sehari-hari di lahan tetap aman bagi tubuh. Ketua tim pengabdian, Dina Fitriana Rosyada, SKM., MKL., menekankan bahwa perhatian terhadap ergonomi perlu menjadi bagian dari kebiasaan kerja petani. “Ergonomi dalam pertanian penting diperhatikan karena aktivitas petani banyak melibatkan kerja fisik dan gerakan yang dilakukan berulang. Penerapannya dapat membantu mencegah cedera serta menjaga kenyamanan, keselamatan, dan kesehatan petani selama bekerja,” ujarnya dalam keterangan yang diberikan, Kamis (3/9)
Edukasi ergonomi diberikan secara partisipatif melalui penyuluhan dan praktik langsung. Petani diajak mempraktikkan posisi tubuh saat mencangkul, mengangkat hasil panen maupun barang, serta mengenali beban angkat yang ideal. Cara tersebut membuat materi lebih dekat dengan aktivitas yang benar-benar mereka lakukan di lahan. Dina mengatakan pendekatan partisipatif dipilih agar petani tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat mengenali dan memperbaiki cara kerja dalam aktivitas sehari-hari. “Kami ingin petani dapat melihat langsung bagaimana posisi tubuh dan cara mengangkat beban yang tepat diterapkan dalam pekerjaan mereka, sehingga pengetahuan tentang ergonomi bisa menjadi bagian dari kebiasaan bekerja,” tuturnya.

Perhatian tim kemudian diperluas pada kondisi lingkungan tempat petani bekerja. Sebanyak 13 lahan pertanian milik warga diamati dengan melihat kondisi lahan dan kandang, ketersediaan air, penggunaan alat pelindung diri (APD), penyimpanan pestisida, serta pengelolaan limbah pertanian dan ternak. Pengamatan tersebut dikemas dalam lomba kesehatan lingkungan kerja pertanian dengan penilaian terhadap berbagai aspek kesehatan lingkungan pertanian. Kegiatan ini menjadi cara bagi petani untuk melihat kondisi lingkungan kerjanya sekaligus mengenali hal-hal yang masih dapat diperbaiki.
Selain lingkungan kerja, kondisi kesehatan petani turut diperiksa melalui skrining tulang punggung dan pemeriksaan kesehatan umum. Skrining tulang punggung dilakukan untuk mendeteksi risiko kifosis, lordosis, dan skoliosis, sedangkan pemeriksaan umum meliputi glukosa darah, tekanan darah, asam urat, dan body mass index (BMI). Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan perhatian lebih terhadap kondisi kesehatan petani yang menjalankan aktivitas fisik secara rutin.
Respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut terlihat dari kehadiran seluruh peserta yang diundang. Salah seorang petani, Legiman, mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pentingnya memperhatikan cara bekerja agar kesehatan tetap terjaga. “Baru kali ini kami mengikuti kegiatan seperti ini. Saya baru tahu ternyata bekerja juga perlu memperhatikan aturan ergonomi agar kesehatan kita tetap terjaga,” ungkapnya.

Ketua Kelompok Tani Sido Dadi turut menyambut baik kegiatan tersebut dan menyebutnya sebagai kegiatan pertama yang dilaksanakan bagi kelompok tani setempat. Pengetahuan mengenai ergonomi, kondisi lingkungan kerja, dan kesehatan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas pertanian sehari-hari. Pengabdian ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi SV UGM dalam mendampingi masyarakat melalui pendekatan kesehatan kerja yang dekat dengan kebutuhan dan aktivitas petani.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim dosen Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan (DLIKES) SV UGM yang terdiri atas Ir. Felixtianus Eko Wismo Winarto, M.Sc., Ph.D., Dr. Grhasta Dian Perestroika, S.ST., M.Kes., dan Dr. Diki Bima Prasetio, S.K.M., M.P.H., bersama mahasiswa. Kolaborasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan ini menghadirkan pendekatan kesehatan kerja yang langsung diterapkan di lingkungan pertanian, sekaligus memperluas pengalaman mahasiswa dalam mendampingi masyarakat.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Dok. Tim Pengabdian
