Unit Kesenian Jawa Gaya Surakarta (UKJGS) UGM kembali mendapat kesempatan tampil dalam pementasan Ramayana di Open Air Stage Ramayana Ballet, Sabtu (5/9), kawasan Candi Prambanan. Pementasan ini merupakan salah satu agenda eksternal tahunan UKJGS sekaligus menjadi salah satu pementasan besar yang diikuti UKM tersebut. Kesempatan ini menjadi bentuk kepercayaan pihak Ramayana Ballet kepada UKJGS untuk berkolaborasi dalam pementasan seni budaya.
Kepala Divisi Tari sekaligus Koordinator Pementasan Ramayana UKJGS, Arba Adhya, mengungkapkan persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Tahapan persiapan meliputi empat kali latihan mandiri, tempuk gending, gladi kotor, hingga gladi bersih. Dalam pementasan tersebut, sekitar 80 persen panitia dan talent berasal dari UKJGS. Sementara itu, pihak Ramayana Ballet turut terlibat dalam aspek teknis pementasan. “Untuk dari panitia dan juga talent dari UKJGS UGM. sendiri mungkin bisa saya katakan di 80%. Dari panitia dari Ramayana sendiri itu mungkin sekitar 30% untuk mengenai teknisnya yang ada di pementasan Ramayana,” ungkapnya.
Kesempatan tampil di Ramayana Ballet menjadi salah satu pengalaman penting bagi UKJGS. Adhya menyebut kepercayaan yang diberikan pihak Ramayana tidak hanya bermakna bagi dirinya sebagai koordinator, tetapi juga bagi UKJGS secara keseluruhan. “Pementasan Ramayana merupakan sebuah kegiatan yang besar untuk UKM UKJGS dan kami dipercaya oleh pihak Ramayana untuk pementasan ini. Jadi ini merupakan suatu hal yang sangat bermakna tidak hanya untuk saya, tetapi juga untuk UKM UKJGS,” katanya.
Pada 2026, UKJGS mendapat kesempatan mengikuti sebanyak 10 kali pementasan. Tiga pementasan telah dilaksanakan pada April, sementara pada September terdapat dua pementasan di panggung Open Air. Kesempatan tampil lainnya dijadwalkan berlangsung pada November dan Desember.
Ke depan, UKJGS berharap kegiatan pementasan seni seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai ruang untuk melestarikan budaya Indonesia. Adhya juga mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk terus terlibat dalam pelestarian budaya sekaligus menjadikan kegiatan seni sebagai bagian dari proses pembelajaran di luar akademik. “Kita ingin terus melestarikan budaya yang ada di Indonesia dan sebagai anak muda juga jangan pernah putus semangat untuk selalu melestarikan budaya, apalagi ini adalah suatu budaya yang sudah ada dari dulu dan merupakan sebuah ruang belajar yang besar untuk kita sebagai mahasiswa yang tidak hanya belajar di akademik, tapi juga di nonakademik,” pungkasnya.
Penulis/Foto : M. Aidil Syahputra
Editor : Gusti Grehenson
