Jessy Wijaya (30) merupakan salah satu dari 1.638 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada yang diwisuda di Grha Sabha Pramana, Selasa (21/4). Dalam wisuda kali ini, Jessy berhasil menyelesaikan pendidikan Spesialis Periodonsia di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM dalam waktu 2 tahun 11 bulan 17 hari padahal masa studi rata-rata 89 lulusan spesialis periode ini adalah 3 tahun 11 bulan. Selain meraih predikat lulusan tercepat pada program spesialis, Ia juga mendapatkan predikat pujian dengan meraih Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi (IPK) yaitu 3,97. Sementara IPK rata-rata lulusan di program ini adalah 3,80.
Jessy mengatakan keberhasilannya mendapat predikat lulusan studi tercepat pendidikan spesialis sekaligus meraih IPK tertinggi pada wisuda kali ini tidak lepas dari faktor kesukaannya dalam memilih prodi pendidikan spesialis Periodonsia. Untuk bisa berhasil lulus dalam waktu singkat pada program spesialis, Jessy mengungkapkan bahwa pilihannya sewaktu mendaftar S2 pada Program Ilmu Kedokteran Gigi Klinis sangat membantu. Melalui program tersebut, Ia memiliki kesempatan untuk dapat memahami teori sehingga ketika lanjut spesialis fokus pada pendalaman perkembangan ilmu. Perolehan IPK tinggi yang didapatkannya merupakan bonus atas pembelajaran yang didapatkannya dalam bangku perkuliahan. “Sejujurnya saya tidak pernah menargetkan untuk lulus tercepat atau mendapatkan IPK tertinggi, semuanya karena saya memang menyukai Periodonsia, sehingga apapun yang saya pelajari tidak terasa berat dan malah semakin membuat saya ingin terus belajar,” ungkapnya, Kamis (30/4).
Ia menceritakan perjalanan studinya saat menempuh prodi S1 hingga lulus pendidikan spesialis di FKG UGM telah menjadi saksi tempatnya belajar dan berkembang. Bahkan motivasi dalam menjalani program spesialis ini, justru ia dapat dari dukungan keluarga, dosen, dosen pembimbing, hingga rekan-rekan residen. “Berkat doa dan dukungan penuh dari keluarga yang selalu menemani pada setiap perjalanannya. Lalu komitmen dosen dalam membimbing dan mendukung agar berprestasi dan cepat lulus. Serta rekan-rekan residen yang sangat suportif dalam memberikan lingkungan belajar yang sehat dan menyenangkan,” paparnya.
Disamping itu, Jessy menuturkan riset yang ia lakukan sejak prodi S1 hingga jenjang spesialis masih berkorelasi dengan soal regenerasi jaringan terutama ilmu jaringan penunjang sekitar gigi. RIset ini memberikan kesempatan untuk merawat kesehatan gigi dan mulut yang lebih komprehensif,” ujarnya.
Selama masa kuliah pendidikan spesialis, Jessy mengaku tetap memiliki kendala yang dihadapi seperti pemenuhan kasus dan investasi alat-alat bedah. Namun, berkat fasilitas program studi Periodonsia yang memadai sehingga dapat melaksanakan teknik bedah yang kompleks dan nyaman. Bahkan ia berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan seminar dan lomba internasional di luar negeri yang memberikan pengalaman tak terlupakan. Ia pernah mengikuti seminar Asia Pacific Society of Periodontology pada tahun 2024 di Vietnam. Kemudian, mengikuti lomba 5th Postgraduate Research Day di Universiti Sains Malaysia. “Kedua pengalaman tersebut telah memperluas wawasan dan koneksi saya,” ucapnya.
Usai menyandang gelar dokter gigi spesialis, Jessy mengungkapkan dirinya ingin segera mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari dari kampus untuk merawat dan mengobati pasien sembari terus belajar baik melalui memperdalam ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui jenjang pendidikan formal. “Saya ingin segera mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari dengan merawat pasien-pasien saya nantinya,” katanya.
Penulis : Jesi
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Jessy
