Mahasiswa dari 20 negara mengikuti One Health Summer Course dengan tema “Transdisciplinary One Health Approaches to Emerging and Re-Emerging Diseases” pada tanggal 15–20 Juni 2026 di Kampus UGM. Acara ini menjadi forum pembelajaran dan kolaborasi lintas negara yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, dan kalangan profesional dalam memperkuat penerapan pendekatan One Health dalam merespons ancaman penyakit infeksi baru maupun yang kembali muncul.
Kegiatan yang diselenggarakan Satuan Tugas One Health UGm ini digelar secara secara luring maupun daring, program ini menggandeng partisipasi dari peserta dari Indonesia maupun mancanegara, seperti Pakistan, Palestina, Ethiopia, Filipina, India, Iran, Bangladesh, Timor Leste, Uganda, Yaman, Nigeria, Libya, Madagaskar, Maroko, Mesir, Nepal, Papua Nugini, Sudan, Myanmar, dan Amerika Serikat. Latar belakang peserta yang beragam ini memperkaya diskusi dengan perspektif global serta mempererat jejaring internasional di bidang kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Fikri Wahiddinsyah, salah satu anggota penyelenggara summer course, mengatakan pada tiga hari pertama, tepatnya tanggal 15-17 Juni 2026, kegiatan diselenggarakan secara hybrid di Ruang Auditorium Lantai 1 Gedung Tahir Utara, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Menghadirkan berbagai pakar nasional dan internasional membahas isu strategis mulai dari konsep dasar One Health, surveilans kesehatan manusia dan hewan, penyakit emerging dan re-emerging, infeksi jamur, sistem peringatan dini kesehatan masyarakat, hingga faktor evolusi yang mendorong munculnya patogen baru.
Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai zoonosis, konservasi satwa liar, ekologi perkotaan, serta aspek sosial dan budaya dalam penanganan wabah. “Berbagai materi tersebut menegaskan pentingnya integrasi kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan kesehatan global yang semakin kompleks,” ujar Fikri dalam keterangan yang dikirim Selasa (23/6).
Sebagai wujud nyata implementasi konsep learning beyond the classroom, rangkaian acara dilanjutkan dengan kegiatan lapangan yang berlangsung selama dua hari dimana peserta mengunjungi Desa Wonokerto, Sleman, 18 Juni lalu, untuk mengamati langsung praktik pemberdayaan masyarakat sekaligus penerapan pendekatan One Health di tingkat komunitas. “Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi dalam menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap berbagai risiko kesehatan,” katanya.
Lalu pada tanggal 19 Juni 2026, para peserta mengikuti dua kegiatan yang menggambarkan keterkaitan erat antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Kegiatan pertama berlangsung di Bukit Turgo, Sleman, berupa aktivitas pengamatan burung (bird watching) sebagai pengenalan terhadap surveilans satwa liar serta peran burung sebagai indikator kesehatan ekosistem dan potensi reservoir penyakit zoonosis. “Kegiatan kedua dilaksanakan di Rumah Sakit Akademik UGM, peserta mempelajari sistem pengelolaan limbah rumah sakit sebagai upaya mencegah pencemaran lingkungan dan mengendalikan penyebaran penyakit,” terangnya.
Rangkaian kegiatan ditutup pada tanggal 20 Juni 2026, dengan presentasi hasil diskusi kelompok yang mengintegrasikan materi kuliah, pengalaman lapangan, serta tantangan penerapan One Health di negara masing-masing peserta. Presentasi ini menunjukkan bagaimana pendekatan transdisiplin dapat menghasilkan solusi yang lebih komprehensif untuk berbagai persoalan kesehatan global. Penyelenggaraan One Health Summer Course #2 menegaskan komitmen UGM dalam mengembangkan kapasitas sumber daya manusia yang mampu bekerja lintas sektor dan lintas negara, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi internasional yang diharapkan dapat mendorong riset, inovasi, dan kebijakan berbasis One Health di masa depan.
Fikri menegaskan melalui penyelenggaraan kegiatan One Health Summer Course #2 ini, UGM sekali lagi menegaskan kedudukannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kolaborasi internasional dalam mewujudkan masa depan yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan melalui pendekatan One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Penulis : M.Aidil Syahputra
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok FK-KMK dan Magnific
