Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada meneguhkan komitmennya untuk memperkuat kontribusi dalam menjawab tantangan masa depan sistem pangan dan agroindustri Indonesia yang berkelanjutan. Pengembangan tidak semata-mata diarahkan pada pencapaian keunggulan akademik, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta pembangunan nasional. Hal tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang cepat, perubahan iklim, dinamika sistem pangan, tuntutan keberlanjutan, serta kebutuhan sumber daya manusia yang semakin kompeten.
Hal itu dikemukakan oleh Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., dalam Laporan Dekan Tahun 2026 pada Rapat Terbuka Senat Fakultas dalam rangka Dies Natalis ke-63 FTP UGM, Senin (21/9). Mengangkat tema “Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Untuk Masa Depan Sistem Pangan dan Agroindustri Indonesia yang Berkelanjutan”, peringatan Dies Natalis ke-63 FTP UGM menjadi momentum untuk merefleksikan capaian fakultas sekaligus memperkuat arah pengembangan pada periode mendatang.
Menurut Eni, FTP UGM terus memperkuat peran dan kontribusinya dalam menjawab tantangan masa depan sistem pangan dan agroindustri Indonesia. Eni menyampaikan jika sistem pangan dan agroindustri Indonesia yang berkelanjutan membutuhkan pendekatan terintegrasi, mulai dari produksi bahan baku, pengolahan, distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan limbah dan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab. “Karena itu, FTP UGM terus memperkuat keterkaitan berbagai bidang keilmuan, seperti teknologi pangan dan hasil pertanian, teknik pertanian dan biosistem, serta teknologi industri pertanian,” ujarnya.
Riset Berdampak
Arah pengembangan penelitian FTP UGM menekankan kualitas, relevansi, kolaborasi, dan dampak. Hilirisasi hasil penelitian juga menjadi bagian penting agar hasil riset tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah, dan dunia industri.
Ia menyebutkan, FTP UGM melaksanakan 136 kegiatan penelitian pada periode September 2025–2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 119 penelitian pada tahun sebelumnya. Produktivitas penelitian juga tercermin dari 163 artikel jurnal internasional, 54 artikel jurnal nasional, 79 artikel prosiding internasional, serta 20 paten nasional. Pada periode yang sama, publikasi internasional FTP UGM memperoleh 1.728 sitasi.
Pada bidang pengabdian kepada masyarakat, FTP UGM melaksanakan 820 kegiatan pada 2026. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan kebutuhan masyarakat melalui berbagai bentuk kerja sama dengan perguruan tinggi, pemerintah, industri, UMKM, dan komunitas.
Sementara itu, dalam bidang kerja sama, hingga September 2026 tercatat 136 Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang masih aktif. Nilai creative funding dari kerja sama aktif mencapai Rp6,1 miliar atau sekitar 123,2 persen dari target tahunan sebesar Rp4,95 miliar. Ke depan, FTP UGM akan mengarahkan kerja sama tidak hanya pada jumlah dokumen, tetapi juga pada aktivasi dan produktivitas program yang memberikan manfaat bagi para pihak.
Secara keseluruhan, Eni menekankan pentingnya pergeseran orientasi pengembangan FTP UGM dari penguatan kuantitas menuju kualitas dan dampak. Penelitian diarahkan agar semakin kolaboratif dan menghasilkan inovasi yang dapat dihilirkan, pengabdian semakin terintegrasi dengan hasil penelitian dan kebutuhan masyarakat, kerja sama menghasilkan program yang aktif dan produktif, serta jejaring alumni semakin diperkuat sebagai mitra strategis fakultas.
Internasionalisasi pendidikan turut diperkuat melalui program double degree, student exchange, summer course, short course, dan joint supervision. Pada saat yang sama, pengesahan Kurikulum 2026 untuk seluruh program studi diarahkan untuk memperkuat keterkaitan antara perkembangan keilmuan, kebutuhan industri, tantangan sistem pangan masa depan, dan kompetensi lulusan. “FTP UGM terus bergerak menuju pendidikan yang lebih adaptif, interdisipliner, berorientasi pada pemecahan masalah, dan relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat,” kata Eni.
Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengucapkan selamat memperingati Dies Natalis ke-63 Fakultas Teknologi Pertanian. Ia mengharapkan FTP senantiasa menjadi pusat pengembangan ilmu dan teknologi untuk membangun sistem pangan dan agroindustri di Indonesia yang tangguh, mandiri, inovatif, serta berkelanjutan. Sebagai Fakultas Teknologi Pertanian pertama di Indonesia, kata Ova, FTP UGM memiliki posisi strategis dalam memperkuat Flagship Penelitian di UGM, khususnya untuk memperkuat sektor kedaulatan pangan.
Dalam kesempatan itu, Ova mengapresiasi berbagai capaian inovasi yang telah dilakukan sebagai komitmen FTP dalam mendorong hilirisasi inovasi berbasis smart agriculture untuk mendukung kemajuan sektor pertanian nasional. Ia menyebutkan beberapa hasil hasil penelitian yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa mulai dari precision agriculture, Unmanned Aerial Vehicle (UAV), sistem pemantauan tanaman berbasis sensor, hingga Decision Support System (DSS) berbasis data. Menurutnya, berbagai inovasi lain di bidang Teknologi Pertanian yang menjadi pondasi penting untuk menjawab ketahanan dan kedaulatan pangan; serta keamanan dan mutu pangan di Indonesia.
“Inovasi teknologi yang dirancang dan dikembangkan tersebut harapannya mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan data secara real-time, meningkatkan produksi pangan secara efisien, ramah lingkungan, modern, dan berkelanjutan, serta mendukung sistem budidaya yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim,” kata Ova.
Kompleksitas tantangan sistem pangan global saat ini menjadi persoalan bersama karena adanya perubahan iklim, geopolitik pangan, pertumbuhan penduduk, urbanisasi, digitalisasi, perkembangan teknologi AI, dan tuntutan terwujudnya pangan berkelanjutan. Untuk menghadapi tantangan tersebut, Ova berharap FTP UGM perlu memperkuat kolaborasi lintas disiplin, meningkatkan riset berdampak melalui hilirisasi, kerja sama dengan mitra industri, policy engagement, dan meningkatkan kolaborasi internasional.
Penulis : Zabrina Kumara
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Firsto
