Suasana haru mewarnai pelantikan Dekan Fakultas dan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada periode 2026–2031, Rabu (30/9). Sebanyak 19 dekan resmi menerima amanah untuk memimpin fakultas dan Sekolah Vokasi UGM selama lima tahun ke depan. Pelantikan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan jajaran dekan periode 2021–2026 dan dimulainya estafet kepemimpinan baru. Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D. menyampaikan apresiasi atas dedikasi para dekan periode sebelumnya dalam mengawal berbagai capaian dan pengembangan UGM. Momen tersebut terasa semakin emosional ketika Rektor mengenang perjalanan kepemimpinan selama lima tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa kepemimpinan di tengah perubahan ekosistem nasional dan global membutuhkan keberanian mengambil keputusan, kebijaksanaan, serta kemampuan mengelola berbagai konsekuensi dan risiko. Ia mengapresiasi dedikasi para dekan periode 2021–2026 yang telah mengawal berbagai capaian dan pengembangan UGM sekaligus mengajak jajaran dekan baru melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun. Menurutnya, setiap proses kepemimpinan memiliki dinamika dan tantangan yang perlu dihadapi dengan kedewasaan, empati, serta sikap reflektif untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan. Rektor juga mengingatkan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang perlu dijalankan dengan mengutamakan kepentingan bersama dan semangat pelayanan. “Jalani segenap proses kepemimpinan sebagai ladang ibadah yang penuh dengan tanggung jawab serta jiwa pelayanan untuk memajukan universitas,” tutur Ova.

Pada periode 2026–2031, kepemimpinan fakultas dan Sekolah Vokasi UGM dipercayakan kepada 19 dekan baru dari berbagai bidang keilmuan. Mereka adalah Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. sebagai Dekan Fakultas Biologi; Bayu Sutikno, S.E., M.S.M., Ph.D. sebagai Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis; Prof. Dr. Abdul Rohman, S.F., M.Si., Apt. sebagai Dekan Fakultas Farmasi; serta Prof. Dr. Rr. Siti Murtiningsih, S.S., M.Hum. sebagai Dekan Fakultas Filsafat. Selanjutnya, Dr. Dyah Rahmawati Hizbaron, S.Si., M.T. dipercaya memimpin Fakultas Geografi; Dahliana Hasan, S.H., M.Tax., Ph.D. sebagai Dekan Fakultas Hukum; dan Dr. Nur Saktiningrum, S.S., M.Hum. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Budaya. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dipimpin Prof. Dr. Phil. Gabriel Lele, S.IP., M.Si., Fakultas Kedokteran Gigi dipimpin Prof. drg. Suryono, Ph.D., S.H., sedangkan Fakultas Kedokteran Hewan dipimpin Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D.
Jajaran dekan baru berikutnya terdiri atas Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH. sebagai Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan; Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D. sebagai Dekan Fakultas Kehutanan; serta Prof. Dr.-Ing. MHD. Reza M.I. Pulungan, S.Si., M.Sc. sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Fakultas Pertanian dipimpin Prof. Ir. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., Fakultas Peternakan dipimpin Prof. Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., M.P., Ph.D., dan Fakultas Psikologi dipimpin Dr. Wenty Marina Minza, S.Psi., M.A. Sementara itu, Prof. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D. dipercaya memimpin Fakultas Teknik, Prof. Dr. Mirwan Ushada, S.T.P., M.App.Life.Sc. memimpin Fakultas Teknologi Pertanian, dan Dr. Wiryanta, S.T., M.T. memimpin Sekolah Vokasi UGM.
Rektor berharap jajaran dekan baru dapat melanjutkan berbagai hal baik yang telah dibangun sekaligus menghadirkan inovasi untuk menjawab tantangan yang terus berkembang. Kemampuan institusi untuk belajar dari pengalaman dan catatan sejarah, menurutnya, menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlanjutan UGM. Momen pelantikan menjadi penanda awal perjalanan baru bagi para dekan dalam membawa fakultas dan sekolah masing-masing menjadi bagian dari organisasi yang semakin produktif, maju, dan ilmiah. Berbagai capaian yang telah diletakkan oleh kepemimpinan sebelumnya diharapkan menjadi pijakan untuk menghadirkan pengembangan baru pada periode berikutnya. “Saya yakin masa depan dan kelangsungan hidup sebuah institusi salah satunya ditentukan oleh kemampuan kita untuk belajar dari catatan sejarah,” katanya.

Ketua Majelis Wali Amanat UGM Prof. Tumiran menyampaikan apresiasi atas proses pemilihan hingga pelantikan dekan yang berlangsung secara harmonis dan demokratis. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para dekan periode sebelumnya yang telah menyelesaikan masa jabatan serta mengucapkan selamat kepada jajaran dekan baru. Menurutnya, kepemimpinan fakultas dan sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di UGM. Para dekan perlu mengoptimalkan kekuatan dosen, profesor, fasilitas laboratorium, serta berbagai sumber daya yang dimiliki untuk membangun pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Tumiran menyampaikan sejumlah agenda yang perlu menjadi perhatian para dekan dalam lima tahun mendatang. Program pendidikan dan kultur akademik diharapkan semakin adaptif serta mampu membentuk lulusan dengan kompetensi unik, karakter kuat, jejaring luas, dan kemampuan beradaptasi yang baik. Kekuatan dosen dan peneliti juga perlu dikembangkan melalui penguatan kompetensi, produktivitas, regenerasi sumber daya manusia, serta pembangunan bidang-bidang baru. Pada saat yang sama, keunggulan riset di setiap fakultas diharapkan dapat semakin berdampak dan menjadi rujukan dalam menjawab persoalan nasional. “Kami ingin mengajak Bapak-Ibu dekan melihat dalam tahun-tahun mendatang bahwa dari masing-masing fakultas ada keunggulan riset yang menjadi acuan nasional, terbukti, dan berdampak,” ujarnya.
Selain penguatan pendidikan dan riset, Ketua MWA mendorong para dekan membangun kolaborasi yang lebih optimal dengan pemerintah, industri, alumni, masyarakat, dan berbagai mitra strategis. Kolaborasi, menurutnya, perlu diterjemahkan menjadi kegiatan nyata dalam pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, bukan berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman. Ia juga mendorong penguatan jejaring internasional melalui mobilitas mahasiswa dan dosen, pendidikan bersama, serta berbagai bentuk kerja sama global yang produktif. Keberhasilan perguruan tinggi, menurutnya, tidak semata-mata diukur dari kelancaran administrasi, melainkan dari kemampuan melahirkan mahasiswa dan sumber daya manusia yang semakin berkualitas serta memberikan dampak bagi masyarakat. Pesan tersebut menjadi bagian dari amanah yang kenyertai perjalanan 19 dekan baru UGM dalam mengawal fakultas dan Sekolah Vokasi hingga 2031.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Firsto
