Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Unit Telusur Kota Gorontalo memperkenalkan surimi ikan sebagai alternatif Pemberian Makanan Tambahan Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Surimi diperkenalkan sebagai bahan pangan bergizi yang dapat diolah menjadi berbagai menu, seperti bakso, nugget, maupun otak-otak sehingga lebih menarik bagi anak-anak.
Anggota tim Mahasiswa KKN-PPM UGM, Nurchalizah Asmiaty Puteri Madjid, berharap edukasi tersebut dapat mendorong masyarakat memanfaatkan bahan pangan lokal bergizi sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. “Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa upaya mencegah stunting dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menyediakan makanan bergizi yang mudah dibuat dari bahan lokal. Harapannya, pengetahuan ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Senin (27/7).
Selain membahas pemenuhan gizi, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan layanan BPJS Kesehatan dan aplikasi Mobile JKN. Materi tersebut disampaikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai akses layanan kesehatan yang mudah, transparan, dan dapat dimanfaatkan secara mandiri. Peserta diajak mengenal alur pelayanan kesehatan sekaligus memanfaatkan layanan digital yang telah tersedia. Edukasi tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara lebih optimal.
Kegiatan ini diikuti kader Posyandu, ibu hamil, serta sekitar 30 ibu yang memiliki balita di Kelurahan Tenda. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi berlangsung. Salah seorang kader Posyandu, Hartini Panai, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam mendampingi masyarakat. “Sosialisasi ini sangat membantu kami untuk membuat makanan sehat untuk anak. Kami juga jadi tahu cara mencegah stunting,” tuturnya.
Mahasiswa KKN-PPM UGM berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini, mampu mengolah pangan lokal bergizi sebagai menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal melalui BPJS Kesehatan dan Mobile JKN. Pendekatan yang memadukan edukasi gizi, inovasi pangan lokal, dan peningkatan literasi layanan kesehatan diharapkan dapat memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kota Gorontalo sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan mandiri.
Reportase: Tim KKN-PPM Unit Telusur Kota Gorontalo
Penulis: Triya Andriyani
