Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) mendapat penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) karena berhasil menduduki peringkat satu dunia pada dua kategori dalam pemeringkatan World University Rankings for Innovation (WURI) 2026. Pencapaian ini mendapat apresiasi tertinggi dari dengan penganugerahan tiga rekor sekaligus. Tiga catatan rekor MURI yang berhasil didapatkan FKG UGM yakni FKG berhasil meraih Peringkat 1 Dunia dalam Kategori Innovative Representative Research Project dan Financial Impact Driven Technology Transfer serta memperoleh Peringkat 100 Besar Dunia dalam 3 Tahun berturut-turut pada 2024, 2025, dan 2026.
Inovasi unggulan FKG yang berhasil menorehkan peringkat satu pada tahun ini adalah pengembangan fiber dari serat sutra alam untuk aplikasi kedokteran gigi oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Prof. Dr. drg. Siti Sunarintyas, M.Kes., dan pengembangan produk berbasis propolis dari lebah klanceng untuk pencegahan gigi berlubang dan penyakit gusi, yang dikembangkan oleh Prof. Suryono.
Penyerahan piagam penghargaan MURI dilangsungkan pada Senin (3/8) di Gedung Margono Soeradji FKG UGM. Piagam penghargaan diserahkan oleh Ari Andriani, Senior Representative MURI, kepada Dekan FKG UGM, Prof. Dr. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D.
Ari Andriani menyampaikan bahwa selama tiga tahun terakhir, FKG UGM konsisten dalam membangun ekosistem inovasi sehingga menunjukkan prestasi yang masif dan berkelanjutan. “Saya kira ini merupakan tonggak sejarah tidak hanya bagi UGM, tetapi juga bagi dunia pendidikan, terutama dunia pendidikan kedokteran gigi di Indonesia. FKG UGM dalam waktu 3 tahun terakhir berhasil mempertahankan posisi di peringkat top 100 dunia pada 14 kategori berbeda, dan tahun ini meraih pencapaian tertinggi, peringkat 1 dunia,” paparnya.
Dekan FKG, Suryono menyampaikan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas rekognisi internasional dan apresiasi dari MURI. Ia menekankan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh civitas akademika FKG UGM, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa. “Kita bersyukur meraih pengakuan dari MURI terkait pencapaian yang kami lakukan di tingkat global,” ungkapnya.
Suryono juga menjelaskan bahwa pemeringkatan WURI menilai inovasi dan dampak nyata perguruan tinggi terhadap masyarakat. Oleh karena itu, FKG UGM terbukti mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka dunia, bahkan melampaui posisi institusi elit dalam kategori tertentu. Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya. “Kami juga mendorong mahasiswa baru untuk ikut berkontribusi dalam meraih prestasi dan menjadikan FKG UGM sebagai bagian dari Kampus Berdampak yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat internal maupun eksternal,” pungkasnya.
Reportase: Fajar Budi Harsakti/Humas FKG
Penulis: Jesi
Editor: Gusti Grehenson
Foto: Dok. FKG UGM
