Sebanyak 30 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Belu, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan KKN ini menjalin kolaborasi dengan mahasiswa dari Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Dili Institute of Technology (DIT) di Timor Leste. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui kemitraan internasional sekaligus memperluas implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di wilayah perbatasan.
Mahasiswa KKN-PPM UGM bekerja sama dengan 33 mahasiswa KKN dari Undana mengabdi di Desa Sadi, Tulakadi, dan Dualaus di Belu. Sementara itu, mahasiswa DIT menjalankan Program Pengabdian Masyarakat Internasional di Sanirin, Timor Leste. Upaya bersama ini memungkinkan mahasiswa dari kedua negara untuk saling berbagi pengalaman dalam pengembangan masyarakat, mencakup bidang kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan, dan pengembangan potensi lokal.
Kolaborasi ini dimulai dengan pertemuan koordinasi yang melibatkan mahasiswa KKN-PPM UGM, tim Cross Border Partnership dari Sekolah Pascasarjana UGM, DIT, Pemerintah Kabupaten Belu, serta Satgas KKN KAGAMA Belu dan Timor Leste. Pertemuan ini membahas penyelarasan kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) perencanaan desa yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah perbatasan.
Koordinator kegiatan Cross Border Partnership Sekolah Pascasarjana UGM, Muhammad Sulaeman, S.T., M.T.,D.Eng., menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa KKN-PPM menjadi bagian penting dalam membangun jejaring pengabdian yang berkelanjutan di kawasan perbatasan. “Kolaborasi ini tidak hanya mempertemukan perguruan tinggi dari dua negara, tetapi juga menghadirkan ruang belajar bersama bagi mahasiswa untuk mengembangkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat perbatasan melalui pengabdian yang kolaboratif,” katanya, Sabtu (1/8).
Selain melaksanakan program pemberdayaan masyarakat, mahasiswa KKN-PPM UGM juga berkesempatan melakukan kunjungan akademik ke Dili Institute of Technology. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mengikuti FGD Cross Border Partnership, berdiskusi mengenai pengembangan program pengabdian lintas negara, serta menyaksikan penandatanganan Memorandum of Agreement antara Sekolah Pascasarjana UGM dan DIT sebagai langkah memperkuat kerja sama akademik Indonesia dan Timor Leste.
Dikatakan Sulaeman, KKN Kolaborasi Internasional ini juga mendapat dukungan dari KAGAMA Belu dan KAGAMA Timor Leste yang memfasilitasi berbagai kegiatan mahasiswa selama berada di Timor Leste. Dr. Manuel Florencio Vong, Presiden KAGAMA Timor Leste sekaligus Direktur Program DBA DIT, menyambut langsung kedatangan mahasiswa KKN-PPM UGM dan memperkenalkan berbagai bentuk pengabdian masyarakat yang telah dikembangkan DIT di wilayah perbatasan.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan kolaboratif bersama peneliti dan tim pengabdian Sekolah Pascasarjana UGM, Universitas Pertahanan, pemerintah daerah, serta mitra di Timor Leste. Salah satunya melalui aksi konservasi mangrove dalam rangka Hari Mangrove Internasional yang akan dilaksanakan secara bersama di Kabupaten Belu dan Desa Sanirin, Timor Leste. Kegiatan tersebut menjadi simbol kerja sama lintas negara dalam mendukung pelestarian lingkungan kawasan pesisir.
Melalui KKN-PPM di Kabupaten Belu, kata Sulaeman, mahasiswa UGM tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, tetapi juga memperkuat diplomasi masyarakat melalui kerja sama lintas negara. Kehadiran mahasiswa bersama berbagai mitra diharapkan mampu menghasilkan model pengabdian yang berkelanjutan. “Sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Timor Leste melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.
Reportase : Halimah dan Sabri/DPkM
Penulis : Jelita Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Tim KKN PPM UGM
