Universitas Gadjah Mada menerjunkan sebanyak 8.178 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) yang melaksanakan pengabdian di 32 provinsi di Indonesia. Di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), UGM menerjunkan 143 mahasiswa yang terbagi dalam 5 unit yang ditempatkan di Kabupaten Samosir sebanyak 3 Unit, sisanya di Kabupaten Sibolga dan Kabupaten Asahan.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, yang berlangsung di kantor Gubernur pada 22 juni lalu, Bobby secara khusus meminta kepada Dosen Pembimbing Lapangan dan para mahasiswa KKN bisa melakukan edukasi dan kajian mendalam untuk memberantas penyebaran narkoba di Kabupaten Sumatera Utara.
“Pak Bobby sangat berterima kasih dengan Rektor UGM atas penerjunan mahasiswa KKN di Sumut. Permintaan pak Gubernur, Sumut saat ini menduduki peringkat nomor satu penyalahgunaan narkoba di Indonesia, ia meminta, tolong sumbangsih UGM pada Sumut,” kata Ketua Pengurus Daerah Kagama Sumut RM. Mulyanta dalam pertemuan dengan Rektor UGM Ova Emilia dan Wamen Komdigi RI Nezar Patria di Kota Medan, Sabtu (4/7)
Mengutip pernyataan Gubernur Bobby, Mulyanta yang ikut mendampingi mahasiswa KKN saat audiensi tersebut menuturkan bahwa pihak UGM bisa memberikan sumbangsih pemikiran dalam upaya pencegahan narkoba melalui edukasi sejak dini kepada generasi muda. “Tidak semua wilayah di Sumut, paling tidak ada satu menjadi sebagai pilot project, apakah bisa dalam hal ini, dari pihak UGM bisa berkontribusi dari buah pemikiran dan kajian untuk disumbangkan,” paparnya
Permintaan Gubernur ini menurut Mulyanta dilakukan untuk menurunkan peringkat Sumatera Utara sebagai provinsi dengan kasus penyalahgunaan narkoba terbanyak di Indonesia.“Pesan ini diminta untuk disampaikan ke Bu Rektor, agar UGM bisa mengusahakan sehingga peringkat Sumut tidak nomor satu dan bisa menggandeng Perguruan Tinggi dan BNN di provinsi Sumut,” katanya
Menanggapi permintaan Gubernur Sumut tersebut, Rektor UGM Prof Ova Emilia mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti permintaan tersebut dengan melakukan konsolidasi dengan pengelola KKN dan para pakar untuk melakukan kajian mendalam dari sisi ilmu antropologi dan sosiologi dalam mencegah peredaran narkoba di kalangan generasi muda.“Narkoba adalah masalah bangsa yang sudah mendarah daging, kita perlu mengetahuinya dari sisi antropologi dan sosiologi. Terkait dengan ini, kami akan melakukan kajian secara mendalam sehingga banyak kolaborasi yang bisa dilakukan bersama nantinya,” kata Ova.
Secara Khusus, Ova menyampaikan apresiasi atas atensi yang diberikan Gubernur Sumut dan pengda Kagama terkait penerjunan mahasiswa KKN di Sumatera Utara. “Apa yang diharapkan oleh Gubernur dan Kagama, kami terus berbenah diri apalagi dengan adanya Satgas KKN akan memperbaiki makna program KKN itu sendiri. Kita harapkan ada jejak KKN dan kagama bisa terdokumentasi melalui program yang sudah dilakukan,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan Pengurus Kagama Sumatera Utara dan Pengurus Daerah Kagama Aceh, Rektor menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana banjir pada november tahun lalu yang saat ini masuk dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi untuk segera bangkit dari bencana.
Ketua Pengda Kagama Aceh sekaligus sekda Provinsi Aceh, M. Nasir, mengaku terharu Rektor UGM mau berkunjung ke Aceh Tamiang apalagi masyarakat di sana masih dalam kondisi memprihatinkan pasca kena bencana. “Saya mengucapkan terima kasih karena kita bisa bersama-sama ke Tamiang melihat hasil kerja sama dengan Kagama sejak hari ketiga pasca bencana sudah membantu dari logistik hingga pembangunan di Aceh utara hingga Aceh Tamiang,” ujarnya
Menurutnya sinergi antara UGM dan Kagama sangat membantu proses penanganan dan pemulihan bencana di Aceh. Ia mengharapkan sinergi yang lebih intensif antara Kagama Acehm, kagama Sumut dan Kagama Sumbar bisa berkolaborasi dalam membantu pemulihan ekonomi masyarakat dari pasca bencana. “Selama tiga tahun ke depan, butuh dukungan dari PP Kagama dan Kagama sumut membuat agenda bersama dengan Kagama Sumbar dari sisi bencana untuk bersama sama agar proses tahap rehab dan rekon berjalan dengan baik,” katanya.
Sekjen PP Kagama, Nezar Patria, mengapresiasi langkah UGM menjembatani kolaborasi antara Pengda Kagama Sumut dan Kagama Aceh dalam membantu masyarakat bisa segera pulih dari bencana dengan membangun Hunian Sementara di Kampung Sekumur, Aceh Tamiang. “Saya kira kolaborasi ini menjadi awalan yang baik untuk membantu penanganan bencana di sumatra,” katanya.
Ia mengharapkan UGM kembali menerjunkan mahasiswa KKN-PPM di Aceh dan Sumatera Utara agar bisa mendukung proses tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana melalui program pendampingan untuk sektor UMKM, pertanian dan ekonomi desa yang bisa dilakukan secara berkesinambungan.“Kagama bisa memberikan kontribusi lebih kuat pada daerah terdampak bencana. Saya kira ini menjadi awalan untuk langkah berikutnya untuk kita terus guyub rukun dan migunani,” pungkasnya
Penulis : Gusti Grehenson
Foto : Firsto dan Dok. Pengda Kagama SUmut
