Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang sangat pesat dan cepat menuntut pakar informasi dan teknologi di berbagai negara senantiasa waspada. Kerja sama lintas sektor, seperti pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan perlu digalakkan untuk menciptakan ekosistem riset yang mendukung inovasi di dunia keamanan siber. Sejak tahun 2025, UGM telah menggagas kerja sama dengan Positive Technologies, sebuah perusahaan riset dan solusi keamanan siber asal Rusia. Pada tahun 2026, inisiatif tersebut mengantarkan berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menggagas kerja sama serupa.
Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara memiliki potensi talenta yang luar biasa. Dalam Forum Ekonomi Internasional “Rusia–Dunia Islam: Kazan Forum” pada 12-17 Mei 2026 lalu, Positive Technologies menjalin kerja sama dengan enam enam universitas di Indonesia, meliputi Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul Ma’arif (UDM). Satu tahun sebelumnya, melalui Lembaga Kerja Sama Pendidikan Internasional Rusia (Rossotrudnichestvo), Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjajaran telah lebih dahulu menandatangani dokumen serupa.
Berbasis di Rusia, Positive Technologies tumbuh sebagai perusahaan konsultan keamanan siber dengan kemandirian teknologi dan sistem perlindungan internal yang matang. Dengan spesialisasi penyediaan solusi pertahanan dan respons siber, Positive Technologies memiliki komitmen untuk membentuk kemitraan strategis dengan instansi pendidikan. “Kemitraan kami dengan universitas-universitas Indonesia adalah wujud nyata dari komitmen Positive Technologies untuk berbagi keahlian global dan memperkuat komunitas profesional keamanan siber di Asia Tenggara,” ungkap Elena Grishaeva selaku Direktur Regional Asia Tenggara, Positive Technologies.
Bagi Elena, pengembangan tenaga kerja dengan keterampilan tinggi adalah fondasi dari ketahanan siber yang sesungguhnya, baik di tingkat perusahaan, industri, maupun negara.
Menyambut tujuan yang baik dari Positive Technologies, yakni guna mengembangkan tenaga kerja keamanan siber di Indonesia, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., menyambut baik kerja sama yang sudah terjalin sejak tahun lalu membuka peluang pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, pengembangan riset bersama, serta pengembangan prpogram pendidikan double degree. “Beberapa peluang tersebut tentu akan dibicarakan lebih lanjut agar dapat dirumuskan secara lebih konkret dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan kapasitas akademik, riset, dan talenta keamanan siber di Indonesia,” ungkapnya.
Dikatakan Arief, UGM sendiri telah menunjukkan berbagai rekam jejak kolaborasi secara konsisten. Pada Juli hingga Agustus 2025, mahasiswa UGM berpartisipasi dalam Positive Hack Camp di Moskow, sebuah program intensif yang menempatkan mahasiswa Indonesia bersanding dengan talenta-talenta terbaik dari seluruh dunia. Selanjutnya, pda 13 Oktober 2025, Positive Technologies melakukan kunjungan ke UGM dan membawa agenda pembahasan pengembangan kurikulum, program magang internasional, kolaborasi riset digital, dan blueprint pendirian Cybersecurity Center of Excellence, sebuah hub yang akan menjembatani akademisi Indonesia dengan industri keamanan siber global. Pada November 2025, Managing Director & Cybersecurity Business Consultant Positive Technologies, Alexey Lukatsky, hadir secara langsung, menyapa mahasiswa FMIPA dan menyampaikan kuliah umum tentang meningkatnya ancaman Artificial Intelligence dalam dunia keamanan digital.
Menurut Arief, kerja sama ini memberikan kesempatan bagi UGM untuk benchmarking guna menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan digital dalam kancah internasional. “Komitmen UGM dalam menciptakan ekosistem ruang belajar yang tech savvy bagi mahasiswa digagas melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk industri keamanan siber global,” pungkasnya.
Penulis : Ika Agustine
Editor : Gusti Grehenson
Foto : Dok. Positive Technologies
